DPRD DIY Kecam Aksi Teror Bedog

239

KORANBERNAS.ID – DPRD DIY mengecam keras aksi brutal penyerangan Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Sleman, Minggu (11/02/2018). Aksi kekerasan yang dilakukan siapapun atas nama apapun tidak bisa dibenarkan. Tindakan tegas aparat keamanan diperlukan agar rasa aman warga Yogyakarta bisa dihadirkan.

“Apapun motifnya, aksi teror dalam segala bentuknya khususnya yang mengganggu kegiatan ibadah tidak boleh terjadi lagi, ini bukan kriminal bisa, tapi sudah aksi teror yang tidak hanya merusak, melukai korban tapi juga mengoyak kerukunan masyarakat serta bisa menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat,” papar Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD DIY.

Menurut Eko, DPRD DIY mendukungan penuh aparat penegak hukum untuk mengungkap aksi teror ini. Dengan demikian proses hukum dapat berjalan dan pelaku beserta aktor aktor di belakangnya bisa diungkap.

Baca Juga :  Empati pada Lingkungan Perlu Ditumbuhkan

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, siapapun yang melakukan tindakan teror terhadap orang yang sedang melakukan ibadah, apalagi ini dilakukan ditempat ibadah adalah merupakan tindakan keji, brutal dan jahat.

Karenanya untuk mengetahui lebih mendalam terkait penanganan kekerasan dan aksi teror ini, Komisi A DPRD DIY akan mengagendakan rapat kerja bersama Pemda DIY dan stake holder terkait untuk mengungkap aktor dan motif pelaku. Selain itu pihaknya mendukung polri dan aparat penegak hukum tegas hadapi terorisme serta merumuskan strategi untuk mengantisipasi agar aksi teror, kekerasan dan intoleransi tidak terjadi lagi.

“Kepada masyarakat, kita ajak untuk bersatu padu melawan berbagai bentuk aksi kekerasan dan teror. Kita harap masyarakat tidak panik. Ayo kita hidupkan lagi siskamling untuk mendukung aparat ciptakan kondisi yang damai,” tandasnya.

Baca Juga :  Puskesmas Disertifikasi Ulang

Eko mengingatkan jika masyarakat melihat ada orang atau kelompok yang mencurigakan, jangan segan segan lapor ke kantor polisi terdekat. Mereka bisa melapor ke perangkat desa/kelurahan, RW, Kadus, RT, satlinmas termasuk jaga warga sehingga semua pihak bisa lebih bekerja keras dengan melakukan pemantauan lingkungan.

“Teroris adalah musuh rakyat, musuh bangsa, musuh semua manusia. Ayo bersatu padu melawan terorisme dan berbagai bentuk kekerasan atas nama apapun. Jogja ora wedi, jogja cinta damai, kita bersama rakyat akan lawan aksi aksi teror, intoleransi serta aksi kekerasan lainnya, ” imbuhnya.(yve)