Dua Klub Mataram Janji Tak akan Rusuh

331
Polda DIY menggelar Rekonsiliasi dan Paseduluran Suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, Kamis (19/04/2018). Sudah tidak zamannya lagi berantem terus. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Dua klub Tanah Mataram yaitu PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman menyatakan ikrar untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama berjalannya kompetisi Liga dua tahun ini.

Hal itu dibuktikan lewat pembacaan dan penandatanganan ikrar perdamaian, Kamis (19/04/2018) sore, yang disaksikan langsung oleh Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri.

Pada acara bertajuk Rekonsiliasi dan Paseduluran Suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, Kapolda menegaskan, pihaknya tidak ingin lagi ada kisah kerusuhan antarsuporter saat kedua tim berlaga. Terlebih lagi, baik PSS maupun PSIM, musim ini berada dalam satu grup yaitu Grup Timur.

“Saya ingatkan, dulu waktu saya jadi Kapoltabes (Yogyakarta) di tahun 2010, gara-gara kalian saya gagal mengamankan jalannya pertandingan di Mandala Krida. Padahal, kalian sudah berjanji untuk tertib. Bukannya bentrok antara PSIM dengan PSS, tapi malah antara Brajamusti dan Brimob,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Sebut Potensi Bencana di Sleman Tinggi

Entitas kedua klub, baik manajemen tim, panpel pertandingan dan seluruh kelompok suporter menyatakan ikrarnya tidak akan berbuat kerusuhan. Mereka pun menerima konsekuensi jika nantinya terjadi kerusuhan yang berimbas ke masyarakat.

“Kalau setelah ikrar ini masih ada kerusuhan, siap-siap saja kami minta pertandingan dihentikan dan ditinjau ulang,” tutur Kapolda kepada perwakilan klub yang datang di Gedung Serbaguna Polda DIY.

Ahmad Dofiri menyatakan, awalnya Polda meminta PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) agar PSIM dan PSS tidak berada dalam satu grup. Namun, PT LIB bersikukuh untuk menempatkan kedua tim Tanah Mataram itu di Grup Timur.

“Alasannya, di luar negeri saja, bisa digelar derby kenapa di sini tidak. Dalam sejarahnya memang kedua tim sering terjadi gontok-gontokan. Oleh sebab itu, kami kumpulkan di sini untuk rekonsiliasi,” kata Dofiri kepada media.

Baca Juga :  Segmentasi Pariwisata Harus Jelas, Seperti Apa?

Dengan deklarasi itu tidak akan ada lagi penghadangan. “Saya yakin, mana ada sih orang yang ingin menonton yang enak, kemudian dihadang di tengah jalan. Tadi, masing-masing sudah mendeklarasikan diri, dalam setiap pergerakan, apakah ketika berangkat dari rumah, atau pulang dari stadion semuanya aman,” tandasnya.

Kapolda DIY menyampaikan keterangan pers. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Manajer PSS Sleman Sismantoro menyambut baik pembacaan dan penandatangan ikrar dalam bingkai rekonsiliasi itu. Menurut dia, acara yang digelar Polda dapat mendewasakan kelompok suporter di DIY.

“Saya rasa ini untuk pendewasaan, sekarang sudah tidak zamannya, Mas, kita berantem terus,” sebutnya.

Hal serupa disampaikan Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru. Anggota DPRD Kota Yogyakarta itu meyakini Yogyakarta bisa menggelar parati derby.

“Di luar negeri, partai derby partai yang ditunggu-tunggu. Nyatanya di sana bisa berjalan lancar, kenapa di sini tidak bisa,” ujarnya. (sol)