Dua Orang Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi

335
Suasana di RS Margono Purwokerto saat terjadi gempa bumi. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Gempa bumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Jumat (15/12/2017) malam, mengakibatkan korban meninggal dunia. Gempa bumi yang getarannya terasa kuat itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (16/12/2017) menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penanganan darurat.

“Data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan,” ujarnya.

Adapun daerah-daerah yang terdampak gempa adalah Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

“Mengingat pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat,” kata Sutopo.

Di wilayah Jawa Barat, 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang.

Dua korban meninggal dunia adalah Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02 Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, dan Aminah (80) waga Sugihwaras Gg 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan. Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Sedangkan korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit setempat.

Evakuasi

Dia mengatakan, beberapa rumah sakit mengalami kerusakan sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit. Bangunan RSUD Banyumas mengalami kerusakan plafon ambrol, tembok retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya. Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

BPBD bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat membantu penanganan darurat. “Kepala BNPB terus berkoordinasi dengan Kepala BPBD dalam penanganan darurat gempabumi. Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkan untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan terus dilakukan,” kata Sutopo lebih lanjut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami tak berselang lama usai gempa bumi mengguncang. Sebagian besar masyarakat yang meninggalkan rumahnya sudah kembali setelah dinyatakan tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa.

Dari catatan BMKG. gempa susulan terjadi 7 kali dengan magnitude yang kecil. Tidak ada dampak merusak dari gempa susulan. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal.

“Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum dapat memprediksi gempa secara pasti. Oleh karena itu selalu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Gempa bumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah yang rawan gempa. Saat terjadi gempa segera keluar dari rumah dan bangunan, dan berlindung di tempat yang aman,” kata Sutopo. (sol)