Dua Remaja Asal Kotagede Hanyut Terseret Ombak Pantai Selatan

630
Warga menunjuk ke lokasi hanyutnya dua remaja asal Kotagede. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Daya tarik mangrove di Pasir Kadilangu Temon Kulonprogo bagi wisatawan ternyata tidak hanya pada eksotisme hutan mangrove dan perairannya semata-mata.

Ombak Pantai Selatan di kawasan hutan tersebut terbukti memiliki daya tarik tersendiri. Setidaknya, inilah yang membuat wisatawan asal Kotagede Yogyakarta saat sedang piknik di sana, Sabtu (17/03/2018), merasa tertantang untuk turun ke pantai.

Anak-anak remaja itu sepertinya tidak puas menikmati aura hutan mangrove  “jembatan api-api” saja. Mereka pun bermain ombak pantai.

Awalnya, beberapa remaja usia bermain dan foto-foto di hutan mangrove kemudian menuju pantai. Mereka bercanda di antara deburan ombak. Hanyut dalam suasana gembira, ada yang kurang hati-hati. Dua remaja hanyut terseret ombak.

Baca Juga :  IDOLA Sederhanakan Layanan Administrasi Kependudukan di Sleman

Kapolsek Temon, Kompol Setyo Hery Purnomo, menjelaskan dua orang korban yang tenggelam bernama Muhammad Amar Alfaribi (15) warga Darakan Barat Kotagede Yogyakarta serta Bagas Irawan (15) warga Gedongan Gedongkuning Yogyakarta.

“Musibah terjadi  ketika mereka ada di pantai.  Saat itu Amar sedang mandi di laut bersama teman-temannya, kemudian terseret ombak. Amar sempat meminta tolong sehingga Bagas berniat menolong tapi justru ikut terseret ombak,” kata Kapolsek.

Hery menyebutkan, anak-anak dalam rombongan tersebut hanya ada  dua orang dewasa, yakni Yuli Ermawati beserta sopir bus rombongan tersebut.

Hutan wisata mangrove yang jadi daya tarik wisata Kulonprogo. (sri widodo/koranbernas.id)

Yuli Ermawati (32) warga Kotagede Yogyakarta mengungkapkan,  setelah tiba di pantai sebagian  anggota rombongan yang masih anak-anak mandi di tepi pantai.

Baca Juga :  Delapan Orang Tersangka Narkoba Ditangkap

“Padahal sudah ada imbauan dari pengelola pantai untuk tidak mandi di laut. Tapi ada beberapa anak yang ngeyel. Tadi kejadiannya itu ada satu anak yang tenggelam, kemudian ada satu anak yang mencoba menolong tapi malah ikut tenggelam,” ungkap Yuli.

Yuli mengatakan, rombongan tersebut merupakan teman sepermainan dari beberapa kampung. Ada sebanyak 21 anak yang berwisata.

Hingga berita ini ditulis pencarian kedua korban masih dilakukan oleh Tim SAR Temon Kulonprogo dan SAR DIY beserta relawan lainnya. (sol)