Durian Cangkring Beratnya Capai Belasan Kilogram

4614
Sebagian pohon durian sudah berbuah  di umur kurang dari empat tahun. Petik durian langsung dari pohon  jadi daya  tarik wisata desa ini. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Petani durian  Desa Cangkring Kecamatan  Sadang Kabupaten Kebumen panen perdana durian.  Seremoni  panen perdana Senin (26/02/2018) dilakukan Wakil Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz.

Melalui sistem lelang, durian petani Cangkring harganya dipatok Rp 40.000 per kg. Buah durian hasil panen perdana itu beratnya 8 kg sampai belasan kilogram.

Meskipun dilelang, harga durian  Cangkring masih di bawah harga pasaran durian Kemranjen Banyumas. Harga lelang tertinggi tak sampai Rp 75.00 per kg.

Muhdir (34), salah seorang petani durian, kepada koranbernas.id mengungkapkan dia dan petani durian lainnya memperoleh bantuan benih dan sarana produksi perkebunan durian  dari sebuah yayasan di Semarang. Bantuan diberikan mulai   2015 sampai pohon berbuah dan sekarang ini sebagian pohon durian sudah berbuah.

Petani lain, Mukminin, mengungkapkan banyak pemilik tanah di pegunungan tertarik budi daya durian. Selama ini, tanah di perbukitan hanya ditanami mahoni, albasia atau jati.

Baca Juga :  Paku Alam X Ingatkan Pentingnya Pelihara Batas Tanah

Petani  tertarik mengganti tanaman kayu dengan pohon durian. Selain umur panen pendek, ada tanaman tumpangsari yang bisa dihasilkan.

“Saya sudah panen pisang, harga  per tundun bisa Rp 60.000,“ kata Mukminin.  Petani juga bisa menanam tanaman empon-empon seperti kencur, jahe, kunir atau temulawak.

Dengan hasil panen   beragam, petani merasa mantap budi daya durian, ketimbang jenis tanaman perkebunan lainnya. “Harga durian saat  sosialisasi  dua tahun lalu bisa Rp 40.000  sekilo,“ kata Mukminin, yang mendapat bantuan dari pemerintah.

Sebagian besar  suguhan durian untuk tamu pada panen perdana durian kali ini tidak hanya durian hasil  panen Muhdir. Durian  varietas montong, bawor  dan lokal juga disuguhkan. “Dijanjikan dibeli Rp 40.000 per kilo,“ kata Muhdir di kebunnya.

Keberadaan kebun durian dan embung Cangkring diproyeksikan menjadi agrowisata  durian. Menurut  Camat Sadang,  Susilo, ada 40-an  hektar perkebunan durian di  Desa Cangkring dan sekitarnya. “Daerah ini  akan menjadi agrowisata, pemandangannya bagus,“ kata Susilo.

Baca Juga :  KONI Kebumen Krisis Keuangan

Persoalannya, akses jalan kurang baik. Beberapa kilometer jalan dalam kondisi rusak berat dan  sedang. Jarak dari Kota Kebumen hampir 40 km. Kontur   jalan yang naik turun, sampai kemiringan 40 derajat, menjadi masalah lain daerah ini menjadi agrowisata.

Meskipun demikian, sudah cukup  banyak warga menikmati wisata embung air. Menurut Mukminin, beberapa kali lebaran embung air yang bisa mencukupi kebutuhan air untuk  perkebunan  durian dan tanaman  empon itu menjadi  daya tarik wisata.  “Lebaran di embung ramai,“ kata dia. (sol)