Ekspresi Ceria Anak-anak Kampung Pelangi

376
Anak-anak Kampung Pelangi Kota Semarang tertawa riang tatkala mengikuti acara Kampanye Kampung Ramah Anak, Sabtu (23/12/2017). (b maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Anak-anak Kampung Pelangi Kota Semarang tampak ceria. Ekspresi wajah mereka penuh kegembiraan,  di sela-sela Kampanye Kampung Ramah Anak, Sabtu (23/12/2017).

Sehari sebelumnya sekitar 50 anak-anak tersebut mengikuti workshop talenta anak yang diadakan Jurnalis Perempuan (Jupe) bekerja sama dengan Puspa Jateng 2017 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).

Anak anak itu mengungkapkan bangga kampung mereka saat ini sudah berubah, semula kampung kumuh dan termarginalisasi kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang.

Hal  itu diungkapkan Chika melalui tulisan yang dia bacakan pada Panggung Kampung Ramah Anak. Chika yang pada hari sebelumnya mengikuti kelas jurnalistik menyampaikan ekspresinya melalui tulisan.

”Dulu kampung kami kumuh, tapi sekarang menjadi penuh warna dan dikunjungi wisatawan,” kutipan pada salah satu tulisannya.

Anak-anak dari Kampung Pelangi saat mengikuti workshop. (b maharani/koranbernas.id)

Selain kelas jurnalistik, workshop talenta anak juga membuka kelas MC, teater komedi dan kelas menyanyi. Selama dua jam anak-anak Kampung Pelangi mengikuti kelas intensif pembekalan talenta sesuai bakat masing-masing.

Ketua Jupe Jateng, Rita Hidayati, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan salah satu kerja sama pihaknya dengan Forum Komunikasi Puspa Jateng 2017 dalam memeriahkan Hari Ibu tingkat Jateng.

Menurutnya, anak-anak Kampung Pelangi seharusnya memiliki pemahaman terhadap literasi media karena saat ini mereka terhubung dengan wisatawan mancanegara.

”Kami memandang perlunya anak-anak Kampung Pelangi memiliki kebanggaan terhadap kampungnya dan memahami pentingya literasi media agar supaya tidak mudah memposting hal hal yang buruk tentang kampung mereka di kemudian hari,” terangnya.

Menjaga lingkungan

Dia mengatakan, literasi media merupakan salah satu program andalan Jupe, yakni Jurnalis Mengajar. Dia berharap, dengan literasi media tersebut anak-anak kampung Pelangi akan menjaga lingkungan fisik maupun psikis mereka.

Ketua Panitia Eko Roesanto mengatakan, Puspa merupakan singkatan dari Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak.

Puspa merupakan program dari Kementerian PPA dalam mengkampanyekan three ends, yakni mengakhiri tiga hal, yaitu kekerasan terhadap anak dan perempuan, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi perempuan.

Adapun Forum Komunikasi Puspa Jateng 2017 mewadahi lintas organisasi yang memiliki kepedulian dan komitmen tinggi terhadap tiga ends tersebut. (sol)