Empat Sopir Bus Hipertensi Berat

180
Pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus AKAP di ruang tunggu terminal  bus Kebumen,  Senin (11/06/2018). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID Dinas Kesehatan Kebumen bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kebumen dan Terminal Bus Kebumen, Senin (11/06/2018), memeriksa kesehatan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Tak kurang  97 sopir bus menjalani  pemeriksaan. Ada empat orang di antaranya dinyatakan tidak layak mengemudi, karena menderita  hipertensi berat.

Pemeriksaan kesehatan  terhadap sopir bus, menurut Kepala  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kebumen H Kusbiyantori SKM MKes kepada koranbernas.id, meliputi pemeriksaan tekanan darah, katarak, gula darah, serta pemeriksaan amphetamin.

Kempat jenis pemeriksaan itu penting, untuk mengetahui seorang sopir layak atau tidak kesehatannya untuk mengemudi bus jarak jauh.

Dari hasil pemeriksaan oleh dokter dan perawat, amphetamin dan katarak negatif. Pemeriksaan gula darah,  ada 92 sopir normal,  5 orang mengalami hiperglimea.

Pemeriksaan tekanan darah 84 orang normal, 4 orang pre-hipertensi, 6 orang hipertensi sedang dan 3 orang hipertensi berat.

Pemeriksaan laik atau tidak laik mengemudi, karena alasan kesehatan, ada 87 orang dinyatakan laik mengemudi, 6 orang layak  mengemudi dengan catatan, dan 4 orang tidak  layak mengemudi.

Pengobatan dilakukan terhadap 10 orang sopir yang mengalami hipertensi sedang dan berat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kebumen Drs H Maskemi MPd kepada koranbernas.id, Senin petang menjelaskan, terkait 4 orang sopir dan  perusahaan oto bus, pihaknya mengerluarkan dua opsi.

Opsi pertama mengganti sopir bus bersangkutan. Jika tidak bisa awak bus mengalihkan penumpang ke bus lain, dengan biaya sampai di tempat tujuan ditanggung awak bus pertama.

Opsi kedua, sopir bus yang dinyatakan tidak laik, karena alasan kesehatan dilarang melanjutkan perjalanan. (sol)