Empat Tahun Sarihusada Rintis Rumah Srikandi di Nanggulan

203
Endah Prasetioningtias, Public Affairs &Internal Communication Manager bersama sejumlah kolega dan siswa dari program Paud di wilayah Nanggulan Kulonprogo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—PT Sarihusada Generasi Mahardhika (PT SGM) bersama Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan Masyarakat (IKRAR) menyelenggarakan menyerahkan Program Rumah Srikandi kepada masyarakat Desa Kembang, Nanggulan, Kulonprogo, Kamis (25/01/2018). Rumah Srikandi ini selanjutnya akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Rumah Srikandi bertempat di Balai Desa Kembang, Jalan Raya Kenteng Nanggulan, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo.

Turut hadir dalam acara tersebut Endah Prasetioningtias, Public Affairs &Internal Communication Manager, Rio JP Purnomo, perwakilan dari Yayasan IKRAR, muspika Kecamatan Nanggulan dan jajaran perangkat desa.

Endah menjelaskan, proses pendampingan yang sudah berlangsung dari tahun 2014 ini, memfokuskan kegiatan pada penyediaan akses pangan, pembinaan PAUD dan microfinance. Sampai saat ini jumlah penerima manfaat program berjumlah 382 baik secara langsung maupun tidak langsung.

Endah mengaku keberhasilan Rumah Srikandi ini tak luput dari peran serta dan dukungan semua pihak. Terutama dari Pemkab Kulonprogo dan mitra pendamping program dalam hal ini Yayasan IKRAR Yogyakarta.

Baca Juga :  “Berkarya Tidak Harus Berdasi”

“Program Rumah Srikandi Desa Kembang ini merupakan wujud komitmen Sarihusada dalam menjalankan misi sosialnya untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap setelah program ini kami serah terimakan, masyarakat dapat melanjutkan program secara mandiri sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Kembang secara berkelanjutan,”katanya.

Endah Prasetioningtias meresmikan Rumah Srikandi di Nanggulan Kulonprogo. (istimewa)

Rio JP Purnomo, perwakilan dari Yayasan IKRAR dalam paparannya menyampaikan capaian program.

“Kegiatan simpan pinjam, warungan, dan usaha produksi memiliki prospek pengembangan yang sangat bagus. Penerapan sistem tanggung renteng dalam kegiatan simpan pinjam sudah mampu memberikan pinjaman kepada anggota yang digunakan untuk mendorong usaha produktif milik anggota,” katanya.

Kegiatan usaha warungan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Usaha produksi kreatif telah menghasilkan produk unggulan abon ayam, jahe wangi, dan kerajinan dompet. Kegiatan produksi terus berjalan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap produk unggulan tersebut.

Baca Juga :  Ingin Mengadu, Gunakan Aplikasi Lapor Bantul

Sedangkan kegiatan belajar mengajar di PAUD Sativa saat ini sudah bisa berlangsung tiga kali dari sebelumnya hanya satu kali dalam seminggu. PAUD Sativa saat ini merupakan satu-satunya PAUD di Desa Nanggulan yang terakreditasi sehingga menjadi rujukan belajar bagi PAUD lain.

Winarno, Kepala Desa Kembang dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas peran serta kalangan swasta dalam program ini. “Kami berharap setelah program ini diserahkan kepada masayarakat, para kader mampu menerapkan dan menularkan ilmu yang telah didapatkan dari program kepada lingkungan di sekitarnya,”katanya.(*/SM)