Enam Kecamatan Terancam Kekeringan

74
ilustrasi

KORANBERNAS.ID–Memasuki musim kemarau tahun 2018 sebanyak 6 kecamatan dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung berpotensi mengalami kekeringan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Gito Walngadi ketika ditemui, Selasa (03/07/2018) mengatakan, enam wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan diantaranya kecamatan Kandangan, Kaloran, Tlogomulyo, Pringsurat, Kedu serta Gemawang.

“Kami telah menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi kondisi kekeringan yang yang akan terjadi di itu,” ungkapnya.

Dikatakan, pihak BPBD telah menyiapkan alokasi sebanyak 450 tanki yang akan digunakan untuk dropping air di daerah yang potensi dilanda kekeringan. Jika kurang nanti akan dibantu dengan CSR (Corporate Social Responsibility) dan juga dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga :  Bidan Desa Tidak Boleh Minta Pindah Tugas

BPBD, lanjutnya, juga telah melakukan dropping air semenjak sepekan terakhir ini. Daerah yang sudah menerima kiriman air yakni Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran.

“Wilayah tersebut merupakan daerah yang paling mendesak untuk mendapatkan bantuan air. Karena selain sumber- sumber air yang ada sangat menipis, sumurpun sudah  mengalami kekeringan,”ucapnya.

Menurut perkiraan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikai (BMKG), puncak musim kemarau akan berlangsung Juli hingga Agustus mendatang. Tetapi Gito menyampaikan bahwa pihak BPBD telah mendapatkan surat edaran yang berisikan kekeringan akan terjadi hingga Oktober mendatang.

Terkait hal ini, BPBD akan memberikan bantuan secara maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Adapun untuk pembagian ataupun dropping airnya bias diberikan secara relatif tergantung dengan permintaan masyarakat.

Baca Juga :  Tekan Kecelakaan Polres Siapkan Zebra

Gito juga mengimbau untuk masyarakat, untuk bisa berhemat dalam penggunaan air.

“Kami sarankan kepada masyarakat agar ngirit, untuk air minum ya untuk air minum bukan MCK. MCK kan bisa ambil dari kali. Tapi kalau air minum, air bersih bisa kita dropping,” tegas Gito. (SM)