Enggan Jadi Ketua RT, Warga Pakai Jurus “Jaya Endha”

533
RM Santosa Tri Iriyanto SIP dan Sri Mulyani. Keduanya terpilih kembali menjadi Ketua RW dan Ketua PKK RW 08 Kelurahan Sorosutan Kota Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Jabatan sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kota Yogyakarta sepertinya kurang diminati. Ini terbukti, warga lebih memilih menggunakan jurus jaya endha atau mengelak, supaya tidak terpilih.

Salah satu cara termudah mempraktikkan jurus jaya endha adalah tidak menghadiri undangan rapat pemilihan ketua RT. Tujuannya, supaya tidak terpilih.

Kondisi seperti itu hampir merata. Alasannya sederhana, selain merasa belum siap memimpin warga, rata-rata mereka tidak ingin repot kemudian bersepakat menyerahkan kembali jabatan tersebut kepada pengurus lama atau ngeban. Bahkan tidak sedikit yang ngeban total mulai dari ketua, sekretaris dan bendahara sampai seksi-seksi.

Meski begitu, mekanisme ini memang benar dan tidak menyalahi aturan sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sendiri sudah menerbitkan panduan. Isinya, pemilihan RT bisa dilakukan dengan cara pemilihan atau musyawarah mufakat. Dengan kata lain, penetapan kembali.

Panitia melakukan penghitungan jumlah pemilih melalui kartu yang sudah dicoblos. (arie giyarto/koranbernas.id)

Pemilihan Ketua RW

Saat ini, pemilihan ketua RT di Kota Yogyakarta sudah rampung,  dilanjutkan pemilihan Ketua Rukun Warga (RW). Terlepas dari realita seperti itu, ada sedikit nuansa berbeda tatkala digelar pemilihan Ketua RW 08 Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Melalui pemilihan yang berlangsung di Balai RW setempat Minggu (24/02/2018), RM Santosa Tri Iriyanto SIP kembali muncul sebagai Ketua Terpilih RW 08 Kelurahan Sorosutan Kecamatan  Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Karyawan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta itu menang mutlak mengantongi 219 suara atas kandidat lain Ny Utami Sofyan Abidin yang hanya  meraih 37 suara. Ada 9 suara yang dinyatakan gugur lantaran mencoblos dua kandidat sekaligus, atau tidak mencoblos sama sekali.

Sementara itu Ny Khoiriyah Ana Rosidha SIP menjadi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecil (LPMK)  RW 08 terpilih. Dia menggantikan Rully yang sudah tidak bersedia dicalonkan lagi. Ny Ana berhasil meraih 146 suara, mengungguli Agus Widodo yang meraih 109 suara. Ada 10 suara dinyatakan gugur.

Pemilihan dihadiri 265 pemilih dari 584 warga pemilik hak suara. Ketua panitia pemilihan Sukardiyono menyatakan angka partisipasi yang tidak mencapai 50 persen antara lain karena kurangnya sosialisasi ke tingkat bawah. Selain itu, juga karena faktor persiapan agak mendadak dan gereget calon yang kurang.

Sementara itu RM Santosa Tri Iriyanto SIP menyatakan pemilihan dengan sistem ini memang masih baru. Diharapkan ini akan menjadi media pembelajaran demokrasi bagi warga untuk  pemilihan-pemilihan yang akan datang.

Sebelum pemilihan RW dan LPMK, sudah berlangsung pemilihan ketua-ketua RT. Ketua RT 27 terpilih Amin Purwanto menggantikan Ny Harsanto.

RT 28 terpilih kembali Drg Aris Widaryanto. Rt 29 terpilih Sumarwanto menggantikan Haryudi. RT 30 tetap Sukardiyono. Dan RT 31 terpilih Deddy Muhammad Jabir menggantikan H Muhammad Nasir yang meninggal dunia tahun 2017. (sol)