Erupsi Freatik Mungkin Masih Terjadi

126
Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Pemerintah Kabupaten Sleman, Rabu (23/05/2018), di Aula Lantai III Setda Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Dr Hanik Humaida MSc, menyampaikan hingga saat ini Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas erupsi freatik.

Dia memprediksikan aktivitas ini masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Jadi untuk yang ada di KRB (Kawasan Rawan Bencana) 3 harap lebih waspada. Terus untuk aktivitas pendakian ke puncak Merapi dihentikan dulu. Dan untuk kesehatan harap mempersiapkan masker untuk menghindari debu,” jelasnya.

Saat mengikuti Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Pemerintah Kabupaten Sleman, Rabu (23/05/2018), di Aula Lantai III Setda Sleman, dia mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi aktivitas Gunung Merapi yang cenderung meningkat akhir-akhir ini.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh berita yang tidak diketahui secara pasti dari mana sumbernya.

“Kami sudah menyediakan media center yang siap melayani 24 jam penuh. Bisa diakses baik itu melalui web, twitter, facebook atau Instagram. Kita juga melayani call center di 0274 514180,” ungkapnya.

Meski begitu, masyarakat perlu selalu waspada terhadap hal-hal yang mungkin bisa terjadi ke depannya.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menghimbau masyarakat selalu memantau informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi dari media resmi pemerintah.

Dia pun berharap masyararakat bisa lebih selektif menerima informasi serta tidak mudah mempercayai berita hoax yang tersebar di berbagai media sosial.

“Kalau kita mengambil beritanya dari media resmi milik pemerintah, maka beritanya akan berdasarkan kajian yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Sri Purnomo.

Sebelumnya BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari tingkat Normal menjadi Waspada pada Senin 21 Mei 2018 pukul 23:00.

Peningkatan status Normal menjadi Waspada tersebut disebabkan terjadinya letusan freatik disertai gempa vulkanik tektonik serta gempa tremor yang berulangkali. (sol)