Erupsi Merapi Akibat Gempa di Cincin Pasifik

133

KORANBERNAS.ID –Erupsi Gunung Merapi yang terjadi, Jumat (11/05/2018) pagi ini pukul 07.32 WIB salah satunya dipicu oleh gempa yang terjadi di cincin api pasifik beberapa waktu yang lalu.

Guru Besar Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof Sari Bahagiarti K menghimbau masyarakat sekitar Merapi dan disekitarnya agar tidak panik. Namun diharapkan mereka bisa mentaati himbauan dari pihak-pihak yang berwenang.

Erupsi yang terjadi hari ini diawali dengan gempa yang dirasakan oleh warga yang berada di Yogyakarta. Erupsi yang terjadi adalah magmatik terjadi akibat adanya kontak antara magma dengan air bawah permukaan.

“Formasi batuan yang banyak mengandung air menghasilkan abu dan material vulkanik halus,” ujarnya.

Sari menjelaskan, Tipe Vulkanian adalah erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltik sampai dasit, umumnya melontarkan bongkahan di sekitar kawah. Material yang dilontarkan tidak hanya berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik.

Tipe Pelean yaitu menyerupai letusan Vulkanian, hanya saja terdapat campuran gabungan lava dan tingkat gas yang tinggi. Saat erupsi, lava tersebut cenderung encer dan mengalir dengan kecepatan tinggi sehingga sangat membahayakan.

Menurut Rektor UPN tersebut, pihaknya belum bisa menjawab apakah letusan Merapi akan lebih hebat dibanding sebelumnya.

“Kita tunggu keterangan dari BPPTKG selaku badan pemantau yang berfokus dari Merapi, karena sudah memiliki data,” tandasnya.

Menurut laporan yang disebarkan melalui pesan singkat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang erupsi yang terjadi pagi adalah eupsi yang disebabkan adanya kontak air dengan magma Letusan freatik. Pada erupsi ini sebagian besar terdiri dari gas atau uap air.

Sejak tahun 1960an siklus letusan Merapi muncul sekitar 2 sampai 4 tahun dan kekuatannya semakin kecil. Tipe pada tahun tersebut dikenal dengan tipe Merapi. Kemudian pada tahun 2010 siklusnya berubah menjadi 4 tahun dengan campuran tipe vulcanian kuat dan palean.

“UPN juga sudah bekerjasama dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana di kawasan Merapi. Kami berharap masyarakat binaan dapat mempraktekkan dengan baik jika terjadi evakuasi,” imbuhnya.(yve)