Festival Teater Tradisional Berdayakan Seniman Lokal

265

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 17 grup teater tradisional perwakilan dari masing-masing kecamatan se Kabupaten Sleman mengikuti kompetisi dalam Festival Teater Tradisional Antar Kecamatan se Kabupaten Sleman Tahun 2017. Festival teater tradisional tersebut diselenggarakan dalam rangka Gelar Budaya Jogja sekaligus untuk menggali potensi dan regenerasi seniman yang ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH MHum di kantornya, Jumat (06/10/2017) mengungkapkan, festival teater tradisional dilaksanakan selama dua malam berturut-turut mulai Jumat – Sabtu (6–7 Oktober 2017) mulai pukul 19.30 WIB di Pendopo Panggungsari Sariharjo Ngaglik Sleman.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mensukseskan Gelar Budaya Jogja yang merupakan program besar Dinas Kebudayaan DIY,” ujarnya.

Menurut Aji, hal itu dimaksudkan pula untuk menggali dan menjaring potensi seniman teater tradisional yang ada ditingkat masyarakat serta sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah Kabupaten Sleman terhadap kelestarian kehidupan seni teater tradisional.

Selain itu dengan Festival Teater Tradisional Antar Kecamatan ini dapat menggugah kembali semangat kebersamaan dalam rangka beraktifitas dan berkreasi dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman seniwati teater tradisional.

Diharapkan ajang ini dapat menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman teater tradisional guna mempertahankan eksistensi jati diri seniman teater tradisional sebagai salah satu akar budaya seni kerakyatan.

“Tentunya semua ini dimaksudkan untuk mendukung dan mengimplementasikan keistimewaan DIY,” kata Aji.

Adapun jadwal penampilan dalam Festival Teater Tradisional tersebut adalah pada hari pertama adalah Srandul dari Kecamatan Prambanan, Gejog Lesung dari Kecamatan Kalasan, Drama Tari Antup dari Kecamatan Mlati, Srunthul dari Kecamatan Ngemplak, Kethoprak Ongkek dari Kecamatan Sleman dan Kecamatan Pakem, Kethioprak Lesung dari Kecamatan Gamping, Ande-Ande Lumut dari Kecamatan Turi.

Sedangkan pada hari kedua adalah kethoprak ongkek dari Kecamatan Depok, Ande-Ande Lumut dari Kecamatan Cangkringan, Sastra Tutur dari Kecamatan Ngaglik, Kethoprak Ongkek dari Kecamatan Moyudan, Ande-Ande Lumut dari Kecamatan Berbah, Kethoprak Ongkek dari Kecamatan Seyegan, Jeber Jues dari Kecamatan Minggir, Dhadung-awuk dari Kecamatan Godean dan Yuyu Kangkang dari Kecamatan Tempel.

Festival teater tradisional ini memperebutkan hadiah sebesar Rp 29,5 juta dengan perincian untuk penyaji terbaik 1 memperoleh hadiah sebesar Rp 7,5 juta, penyaji terbaik 2 Rp 6 juta, penyaji terbaik 3 Rp 5,5 juta, penyaji terbaik 4 Rp 4 juta, penyaji terbaik 5 Rp 3,5 juta, dan penyaji terbaik 6 Rp 3 juta.

Dewan juri yang akan menilai dalam rangkaian Festival Teater Tradisional se Kabupaten Sleman ini adalah Drs B Djoko Suseno MHum dari akademisi ISI Yogyakarta, Drs Sancaka SPd, dari Dewan Kebudayaan Kabupaten Sleman dan Sukoco dari praktisi seni Kabupaten Sleman.

“Kriteria penilaian meliputi originalitas garapan, kesesuaian dengan tema, intensitas suara teatrikal, tat arias dan busana, serta harmonisasi,” jelasnya.(yve)