Fisik dan Teknik Atlet Tenis Meja Asian Games Tunjukkan Perkembangan Signifikan

156
Oegroseno didampingi Bagiya Rachmadi, memberikan keterangan terkait target tim tenis meja di Asian games 2018. (Surya Mega/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Kualitas fisik dan teknik atlet Tenis Meja Asian Games yang sedang menjalani pelatihan di China menunjukkan peningkatan signifikan. Untuk itu, tim Tenis Meja Indonesia tetap menargetkan minimal 1 medali perak dalam event Asian Games di Jakarta dan Palembang Agustus-September 2018.

Ketua PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengatakan, medali perak diharapkan diraih dari tim ganda campuran.

“Peluang kita besar. Saya optimistis, setidaknya satu perak kita raih,” kata Oegroseno, di Yogyakarta, Sabtu (14/04/2018).

Oegroseno menegaskan, tim tenis meja Asian Games Indonesia yang sekarang berada di China adalah tim terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Tim terdiri dari 12 atlet. Pemusatan latihannya dilaksanakan di Jinan, China selama 6 bulan. Jumlah pelatih dua orang ditambah satu orang manager.

Selama latihan di China, atlet akan mengikuti ujicoba ke kejuaraan dunia Liebherr ITTF di Halmstad Swedia pada bulan April 2018 dan juga kejuaraan-kejuaraan ITTF pada bulan Mei 2018 di SEA Master 2018, kemudian ITTF World Tour, Hang Seng Hong Kong Open dan SEA Master 2018 ITTF World Tour Platinum, serta China Open.

Baca Juga :  PNS Kaget, Gaji Dipotong Rata-rata Rp 20.000

“Perkembangannya sangat bagus. Baik menyangkit fisik, teknik maupun taktis. Mereka mendapat tempaan yang bagus dengan jadwal sapring yang juga teratur dan ketat. Dua pekan sekali ada sparing sehingga bisa keliling dari kota ke kota. Lawannya pun setidaknya adalah timnas lapis kedua,” ujarnya.

Pihak pangurus, kata Oegroseno, masih terus memantau perkembangan tim. Bahkan hingga mereka kembali ke Tanah Air akhir Juli nanti, pihaknya sekaligus akan mengundang tim dari China untuk menjadi lawan sparring menjelang pelaksanaan Asian Games.

Dikatakan, peta persaingan tenis meja di Asia memang cukup berat. Selain Jepang, Korea dan China, tim tenis meja dari India juga masih menjadi pesaing yang tidak bisa dianggap enteng. Kondisi ini berbeda dengan persaingan di tingkat Asean. Untuk level ini, persaing Indonesia hanyalah tim dari Singapura dan Thailand.

Baca Juga :  Para Pegolf Muda Berjaya

“Kalau untuk Sea Games 2019, saya yakinlah bisa dapat emas,” lanjutnya.

Ditanya soal apa yang bisa ditiru dari China, Oegroseno mengatakan, banyak hal bisa dicontoh dari Negeri Tirai Bambu ini dalam pembinaan olahraga. Selain kedisiplinan, teknik dan taktis, juga sistem kompetisi yang tertata dengan snagat baik.

“Bahkan, kesadaran dari masyarakat serta pemerintah daerah untuk ikut mendukung olahraga, harus kita akui begitu berkembang. Setiap kota pasti ada GOR. Ini menunjukkan kesadaran dari pemerintah kota masing-masing. Disana kita tidak pusing mencari tempat olahraga yang representatif,” pungkasnya. (SM)