FSPM Gelar Aksi Tuntut Penerapan Upah Minimum

164
Pekerja hotel dan restoran yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) melakukan aksi di kantor Bupati Sleman, Jumat (27/07/2018). (Nila Jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sekitar70 orang pekerja hotel dan restoran yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) melakukan aksi di kantor Bupati Sleman, Jumat (27/07/2018).

Peserta aksi selain berorasi juga menggelar beberapa poster di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman. Peserta aksi diterima Asisten Bidang Kesra  Purwatno Widodo dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Untoro Budiharjo.

Sekretaris FSPM Regional DIY-Jateng, Ali Prasetyo menyampaikan FSPM mendorong Pemkab Sleman  melakukan upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh yang bekerja pada sektor-sektor yang  menjadi unggulan melalui penerapan upah sektoral.

Selain itu Ali juga menyampaikan agar Pemkab Sleman menerapkan upah minimum sektoral Kabupaten bagi pekerja hotel dan restoran di Kabupaten Sleman tahun 2019.

“Kami ingin Pemkab mengawal perjuangan penerapan upah minimum sektoral dengan cara Gubernur DIY menetapkan upah minimum sektoral Provinsi atau menetapkan upah minimum Kabupaten/Kota sesuai dengan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah no 78 tahun 2016 tentang pengupahan,” katanya.

Baca Juga :  Anne Avantie Tutup Jogja Fashion Festival

Alasan tuntutan penerapan upah sektoral tersebut dikatakan Ali karena di Sleman sektor pariwisata menjadi unggulan dan menjadi penyumbang tertinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Bagi pemerintah daerah, lanjut Ali dengan berkembangnya tujuan wisata dan hotel-hotel dan restoran baru, maka pendapatan asli daerah menjadi meningkat yang menjadi salah satu indikasi bahwa roda perekonomian berputar dengan baik.

Khusus untuk Kabupaten Sleman, berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik Kabupaten Sleman, Pajak Hotel dan Restoran sejak 2013 menempati urutan atas penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini menandakan bahwa sektor perhotelan dan restoran menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sleman.

Namun demikian tambah Ali, sektor ini ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan para pekerjanya. Para bekerja masih saja beputar-putar pada pendapatan upah minimum Kabupaten (UMK).

Baca Juga :  Ada Pameran Mata Uang Kuno di Museum Perjuangan

Upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja hotel dan Restoran khususnya di Kabupaten Sleman pada dasarnya dapat dilakukan dengan salah satu caranya adalah melalui penerapan Upah minimum Sektorat dalam konteks wilayah setingkat Kabupaten Sleman.

Menanggapi aspirasi FSPM Regional DIY tersebut Purwatno Widodo menghormati kedatangan peserta aksi yang datang baik-baik. Karena itu Pemkab Sleman mengajak dialog perwakilan peserta aksi untuk  mencari solusi terbaik.

Sedang Untoro menyampaikan pada prinsipnya semua tuntutan tersebut akan di proses bersama instansi terkait asalkan semuanya memenuhi persyaratan. (SM)