Gadis Tunawicara Diduga Dibunuh

334
Korban Utami Dwi Cahyo dibawa ke rumah sakit oleh petugas untuk diilakukan otopsi, Sabtu (18/11/2017). (istimewa)

KORAN BERNAS.ID — Kejadian memilukan menimpa Utami Dwi Cahyo (26) warga Dusun Plawonan RT 05 Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu yang ditemukan meninggal Sabtu (18/11/2017).

Diduga kuat, gadis tunawicara ini dibunuh dan dirampas hartanya mengingat kalung korban yang dipakai 6 gram, serta uang simpanan di rumah Rp 4 juta dan televisi 14 inci di kamar korban  hilang. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena kedua orang tuanya berjualan di pasar.

Panit 1 Bhinmas  Polsek Sedayu, Iptu Agus Supraja SH  mengatakan kejadian  diketahui  saat kakak korban  Eka Rinangsih (29) warga Sengon Madinan Desa Argomulyo datang ke rumah tersebut untuk mengajak Utami bepergian.

Begitu tiba, Eka mendapati rumah dalam keadaan terkunci kecuali pintu depan. Setelah kakak korban masuk rumah dan menuju kamar Utami, didapati korban dalam keadaan tidur telentang dengan posisi  kepala di sisi timur dan tanpa pakaian di badannya.

Baca Juga :  Sedayu Inginkan Siswa TK Tertib Berlalulintas

“Setelah disapa tidak menyahut, kemudian dipegang badannya sudah dingin dan dicek  Utami  sudah meninggal dunia,” terang Iptu Agus.

Sontak Eka lari  keluar rumah dan berteriak meminta tolong. Tetangga kemudian berdatangan dan ada yang segera melapor ke pihak kepolisian.

Bhabin Bripka Ekwan Setiawan SE juga bergegas ke TKP setelah mendengar informasi tersebut dari warga. Begitu pun petugas Polsek Sedayu langsung ke lokasi dengan dipimpin Kapolsek Kompol Sugiarta AMd didampingi Kanit Reskrim Iptu Arujianta.

Petugas langsung memasang garis polisi agar TKP tidak dimasuki orang yang tidak berkepentingan. Petugas juga menghubungi tim identifikasi Polres Bantul dan Puskesmas Sedayu I untuk identifikasi.

Dari hasil pemeriksaan  tim Identifikasi Aiptu Nurwandi Cs yang dikuatkan oleh dr Hari Dwi Setyawan beserta timnya memberi kesimpulan bahwa meninggalnya korban diduga pembunuhan.

Baca Juga :  Kumpul di Jogja, Politisi Senior PPP Gulirkan MLB

“Ini dikuatkan dari hasil pemeriksaan medis di leher terdapat luka memar dua jari, di mulut mengeluarkan busa dan darah di kemaluan mengeluarkan air mani,” kata Aiptu Nurwandi.

Sedangkan Panit 2 Iptu Arujianto  mengatakan untuk memperkuat dugaan tersebut, aparat memutuskan untuk melakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, dan sementara jenazah dikirim ke rumah sakit untuk kepastian bahwa kematiannya diakibatkan pembunuhan.

“Kami segera kumpulkan saksi-saksi dan bukti yang ada guna mengungkap kasus ini,” katanya. (sol)