Gagal Memperoleh SIM, 4.200 Orang Hanya Terima Suket

583
Ilustrasi

KORAN BERNAS.ID—Ribuan warga Gunungkidul, terpaksa gagal memperoleh Surat Izin Mengemudi atau SIM. Kegagalan masyarakat ini, bukan karena tidak lolos ujian SIM, tapi karena Polres Gunungkidul kehabisan stok blangko.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko SIK, ketika dihubungi Kamis (07/09/2017) mengakui, material blanko untuk pencetakan SIM sudah habis sejak awal Agustus 2017 lalu. Akibatnya, proses permohonan surat izin mengemudi menjadi terhambat. Sebagai gantinya, pencari SIM hanya mendapatkan Surat Keterangan (Suket).

“Kami kehabisan material untuk mencetak SIM bagi pemohon. Hal ini sudah terjadi sejak awal Agustus 2017 lalu. Material belum kami terima dari Korlantas Polri,” tegasnya.

Ditambahkan, akibat terhambatnya pencetakan SIM, menyebabkan sekitar 4.200 pemohon SIM diganti dengan surat keterangan. Namun pihak Polres memastikan, surat keterangan ini memiliki fungsi sama laiknya SIM.

“Meskipun hanya selembar surat keterangan, nfungsinya tetap sama sebagaimana SIM yang selama ini ada,” ujarnya.

Terpisah, Kanit Regident Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Jarwanto menambahkan,  suket nantinya akan segera diganti dengan SIM yang asli, setelah blangkonya dikirim dari Korlantas Polri.

“Setelah semuanya tersedia, akan kami ganti. Nanti kami akan mengundang pemegang surat keterangan itu untuk datang ke Polres dan menukarkannya,” tambahnya.

Untuk mengundang pemegang suket menurutnya juga tidak terlalu sulit, sebab sebelumnya pemegang suket sudah menuliskan nomor ponsel yang bisa dihubungi. “Selain menghubungi lewat ponsel, juga melibatkan Babinkamtibmas di setiap Polsek, untuk membantu mendistribusikannya,” ucapnya.

Salah seorang pemohon SIM, Satria, mengeluhkan surat keterangan pengganti SIM yang ia peroleh. Menurutnya, karena hanya terbuat dari kertas tipis, Surat Keterangan ini mudah rusak.

Menurutnya, surat keterangan tersebut mudah sobek ataupun basah jika terkena air atau kehujanan. Terlebih ketika harus dibawa saat mengemudi cukup jauh.

“Saya berharap, masalah ini dapat segera diatasi. Sehingga kami dapat segera memperoleh SIM  yang asli,” katanya. (St.Aryono/SM)