Gandung Khawatir Golkar Jadi Bancakan Orang Rakus

492

KORANBERNAS.ID — Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Drs Gandung Pardiman MM, khawatir selepas kesediaan Setya Novanto (Setnov) mundur dari kursi Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, posisi itu kemudian dijadikan rebutan.

“Jadi DPP Golkar jangan sembrana dalam masalah ini. Kekosongan ketum jangan jadi  bancakan  orang-orang rakus sehingga Golkar akan terpecah pecah,” ujarnya dalam wawancara telepon dengan wartawan, Selasa (21/11/2017).

Menurut dia, mundurnya seorang ketum cara mengisinya tidak ada cara lain kecuali hanya dengan munas (musyawarah nasional). “Pengisian ketum di luar munas itu namanya ilegal,” tegasnya.

Selepas mundurnya Setnov, maka DPP Partai Golkar harus menjaga kekompakan. Jangan malah ribut berebut kekuasan untuk kepentingan diri atau kelompok dan jangan sekali-kali Partai Golkar dikorbankan untuk kalangan eksternal.

“Golkar itu sudah telanjur terjebak. Maka kita harus waspada dengan berbagai jebakan internal mapupun eksternal. Harapan kader di seluruh Indonesia, badai segera berlalu. Jangan ada lagi timbul badai susulan akibat ulah elite yang egois tidak menjunjung marwah dan kepentingan partai,” paparnya.

Ketua DPD Ormas MGKR DIY ini lebih lanjut menyampaikan, dalam masalah ini peran daerah sangat penting. Artinya, daerah harus mencermati dan mewaspadai betul sepak terjang siapa saja yang tidak menjunjung tinggi kepentingan partai.

“Daerah harus bersatu padu jangan sampai kemasukan intrik dari pikiran kotor dan tangan-tangan kotor,” ujarnya.

Daerah juga harus mampu membaca secara total apa yang kelihatan dan sekaligus apa yang tidak kelihatan.

Baginya, daerah masih punya dua senjata pamungkas untuk menyelamatkan partai. Maka dia mengingatkan DPP harus hati-hati mengelola masalah ini.

Menjawab pertanyaan apakah sudah ada indikasi terjadinya beberapa kubu yang ingin merebut kursi ketum, dia mengiyakan.

Ya, sudah tampak bahkan nanti itu ada upaya tidak melalui munas tapi hanya dengan Plt (pelaksana tugas) sampai 2019. Ini yang jadi masalah,” kata Gandung Pardiman seraya menambahkan pemilihan ketua umum harus melalui mekanisme munaslub.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar DIY dua periode ini juga mengajak semua kader partai se-Indonesia memberikan dukungan moral untuk Setya Novanto.

Oh ya, kami mengajak semua kader Golkar seluruh Indonesia mendoakan agar Bapak SN segera sembuh,  tabah dan tawakal dalam menghadapi masalah hukum. Dan terima kasih atas keikhlasannya mundur dari ketum Golkar,” ungkapnya.

Kepada SN, Gandung juga berharap yang bersangkutan membuka seterang-terangnya keadaan yang ada. “Jangan ada yang ditutup-tutupi. Sebut saja siapa orang-orang terlibat. Jangan Pak Nov jadi korban sendirian,” kata dia. (sol)