Gandung Pardiman Serukan Kader di Daerah Selamatkan Partai Golkar

349

KORANBERNAS.ID – Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Drs HM Gandung Pardiman MM, serta sejumlah politisi senior Partai Golkar DIY sangat prihatin terhadap situasi dan kondisi yang menimpa partai tersebut sekarang ini.

Kasus yang menimpa Ketua Umum DPP Partai Golkar Setyo Novanto atau Setnov, sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, harus diselesaikan secara bijak.

“Kami berharap Ketua Umum Partai Golkar dan para elite partai bisa mengambil keputusan yang bijak yang tidak merugikan partai atau semakin memperpuruk Partai,” ujarnya dalam keterangan pers di kediamannya kawasan Umbulharjo Kota Yogyakarta, Minggu (19/11/2017).

Dia mengakui, peristiwa kecelakaan tunggal yang dialami Setnov menjadi trending topic dengan segala bentuk gambar atau meme dari kalangan warganet atau netizen dan masyarakat.

Meski kasus tersebut masalah pribadi Setyo Novanto namun berimbas juga pada partai yang dipimpinnya, Partai Golkar serta para kadernya di seluruh Indonesia.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar DIY selama dua periode tersebut mengatakan, di masa Reformasi ini sudah ada beberapa Ketua Umum Partai Politik tersandung kasus korupsi yang akhirnya berimbas pada  anjloknya perolehan suara partai tersebut dalam pemilihan umum.

Belajar dari pengalaman tersebut, kata dia, maka Partai Golkar tidak boleh bernasib seperti partai lain yang ketumnya kena masalah. Kader dan pemimpin Golkar harus mampu mengangkat kembali kepercayaan masyarakat terhadap Golkar.

“Kita harus mampu mencari kata kunci penyelesaian masalah, sehingga Golkar tidak menjadi bulan-bulanan masyarakat. Masalah hukum ketum kita ini kan masalah pribadi tapi realitasnya sanksi sosial menimpa Golkar secara dahsyat. Jangan sampai pohon beringin kita tumbang gara-gara ada dahan yang kena hama. Sesulit apapun kita harus berani mengambil sikap untuk penyelamatan partai ini,” paparnya.

Baca Juga :  Bahaya, Jangan Beli Obat Sembarangan

Kader daerah

Dari peristiwa ini, Gandung Pardiman mengingatkan, para petualang partai jangan mencuri kesempatan mengambil ikan di air keruh. “Kita wajib mengetuk hati dan kejernihan pikir untuk berani mengambil keputusan akurat. Kader daerah harus jadi pelopor terdepan,” ujar mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini.

Menurut dia, dalam menghadapi badai dan puting beliung di tubuh Partai Golkar sekarang ini, dibutuhkan persatuan yang kuat di internal Partai Golkar.

Selain itu  soliditas mutlak harus tercipta dan kepentingan partai harus diutamakan. Setiap kader dituntut berpikir jernih. Peran tokoh-tokoh dan pengurus Partai Golkar di daerah sangat menentukan hancur tidaknya Partai Golkar ke depan.

“Peranan DPD I Partai Golkar sangat menentukan hancur tidaknya Partai Golkar ke depan. Kalau daerah salah langkah bersikap maka yang menjadi korban adalah Partai Golkar. Kader daerah harus berani berjuang untuk kepentingan partai,” tegasnya.

Politisi yang terkenal dengan jargonnya tidak pelit untuk rakyat ini menyadari, persepsi dan opini masyarakat terhadap Partai Golkar sangatlah buruk. Oleh karena itu jika daerah tidak bersatu dalam satu tujuan menyelamatkan Partai Golkar maka jelas partai ini semakin membusuk.

Sejarah kelam akan tertulis bahwa Golkar hancur karena peran daerah tidak progresif dan tidak melihat ke depan. Sudah saatnya DPD I Partai Golkar se-Indonesia berani mengatakan yang salah adalah salah yang benar adalah benar dan mengatakan yang baik adalah baik yang buruk adalah buruk.

Baca Juga :  Sultan Dhahar Kembul di Malioboro

“Langkah penyelamatan Partai Golkar harus kita gerakkan. Kali ini daerah harus bermotto Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe demi Golkar. Mari kita kaji secara kritis usulan adanya munaslub. Kalau itu memang obat mujarab ya mari kita perjuangkan bersama dan daerah sebagai pelopornya,” jelas Gandung Pardiman yang juga mantan Koordinator Ketua DPD I Partai Golkar se-Indonesia.

Sarankan mundur

Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar DIY, Johanes Serang Keban, menyarankan agar Setyo Novanto mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar dan fokus menyelesaikan kasus hukumnya.

“Ini bukan menghujat tapi kader menyarankan. Sebaiknya beliau dengan jiwa besar dan  legawa mundur dari Ketum. Sehingga Pak Setnov bisa konsentrasi penuh menghadapi kasusnya. Sebab  perkembangan kasus beliau dari waktu ke waktu kok semakin ruwet dan opini politik tidak bisa dihindari  oleh Golkar. Ini yang harus kita sadari dan kalau Pak Setyo Novanto mencintai Golkar maka jalan terbaik mengundurkan diri secara terhormat demi partai yang beliau pimpin ini agar tidak semakin terpuruk,” ungkap politisi senior Partai Golkar DIY ini.

Dalam waktu dekat ini, Gandung Pardiman yang juga Ketua DPD Ormas MKGR DIY berencana menggelar diskusi yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional Partai Golkar ke Yogyakarta, membicarakan upaya penyelamatan Partai Golkar dari badai untuk menghadapi Pemilu 2019 mendatang. (sol)