Gandung Siap Lepas Baju Pimpin Demo

389
Gandung Pardiman diwawancarai wartawan di sela-sela Diskusi Panel Memperkokoh Soliditas untuk Mencari Solusi Terbaik Guna Penyelamatan Partai Golkar yang berlangsung di University Hotel Yogyakarta, Minggu (26/11/2017).

KORANBERNAS.ID – Ketua DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DIY yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar DIY, Drs HM Gandung Pardiman MM, menyatakan siap melepas baju dan memimpin demo penyelamatan Partai Golkar.

Niat itu diungkapkannya di hadapan 400-an peserta Diskusi Panel Memperkokoh Soliditas untuk Mencari Solusi Terbaik Guna Penyelamatan Partai Golkar yang berlangsung di University Hotel Yogyakarta, Minggu (26/11/2017).

“Saya siap melepas baju, melepas jabatan, sebagai kader murni yang siap perang untuk menyelamatkan partai. Jika DPD Partai Golkar DIY pro-koruptor, saya yang akan pimpin demo,” ungkapnya disambut aplaus peserta.

Menurut dia, tidak ada kata lain Partai Golkar harus selamat dari masalah, sebagai dampak dari kasus yang menjerat Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto.

Baginya, soliditas itu sangat penting, kemudian baru dicarikan jalan keluar terbaik untuk Golkar. Belajar dari Akbar Tanjung, kata kunci keluar dari masalah ini adalah melalui perubahan performance partai serta perilaku kader. “Satu-satunya jalan dengan munaslub,” tegasnya.

Itu sebabnya, mantan ketua DPD Partai Golkar DIY dua periode ini tidak bisa menerima keputusan hasil rapat pleno DPP. Merespons keputusan DPP, dijadwalkan pada 3 Desember mendatang pihaknya akan mengundang Akbar Tanjung. “Kalau perlu Pak Nusron (Nusron Wahid) kita undang, biar kalap semua,” kelakarnya disambut tawa.

Gandung menegaskan, korupsi itu terjadi di lintas partai. Maka dia mendorong SN untuk membuka siapa saja yang terlibat. ”Saya tidak akan memojokkan Pak SN, karena sudah banyak yang memojokkan. Sebagai kader yang berwatak setia kawan, kita mendoakan supaya Pak SN lepas dari jerat hukum,”  ungkapnya.

Pada Diskusi Panel yang dihadiri pemateri Ketua PPK Kosgoro 1957, Ir HM Ridwan Hisyam MM, Ketua Wantim DPP Ormas MKGR H Zainal Bintang, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Dr H Wisnu Suhardono SE MSi serta  H Dedi Mulyadi SH, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu, Dosen Fisipol UGM Dr Mada Sukmajati menyampaikan sepertinya saat ini masyarakat sudah apatis dengan Partai Golkar.

Mada pun mendorong Golkar agar memperkokoh dimensi kelembagaan dengan didukung oleh kepemimpinan yang kuat. Partai-partai lain bahkan menyimak serta belajar dari dinamika yang terjadi di Partai Golkar saat ini. “Situasi seperti ini bukan hal yang baru bagi Partai Golkar dan harus bisa belajar dari masa lalu,” ungkapnya.

Sedangkan Wisnu Suhardono mengatakan saatnya Partai Golkar membangun kembali kultur, struktur serta hubungan dengan konstituen yang semakin kokoh.

Sependapat, Dedi Mulyadi menyatakan kasus yang menimpa SN hendaknya ditangkap secara cerdas dan dijadikan momentum refleksi bagi Partai Golkar menghadapi Pemilu 2019 agar generasi milenial tertarik dengan Partai Golkar. (sol)