Gangguan Jiwa di Kabupaten Ini Tercatat Paling Tinggi

307
Sebagian penghuni rumah singgah eks psikotik “Dosaraso“ Kebumen mengisi kegiatan di siang hari di teras rumah singgah, Kamis (22/02/2018).(nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tingginya prevalensi orang dengan gangguan Jiwa (ODGJ)  di Kabupaten Kebumen, masih belum diimbangi sarana dan prasarana pelayanan ODGJ yang memadai.

Selain membutuhkan ruang rawat inap jiwa yang lebih banyak, kabupaten ini juga membutuhkan panti sosial yang membina eks  psikotik.

“Prevalensi gangguan jiwa di Kebumen sampai 3.000 orang, tertinggi di Jawa Tengah,“ kata dr A Dwi Budi Satrio MKes,  Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdalduk KB) Kebumen, ketika menerima rombongan bakti sosial Panitia  Hari Pers  Nasional (HPN) Kabupaten Kebumen di rumah singgah eks psikotik “Dosaraso“, Kamis (22/02/2018).

Rumah singgah ini dibangun tidak menggunakan anggaran pemerintah melainkan dari  simpati masyarakat dan  CSR (Corporate  Social Responsbility ) badan usaha milik daerah.

Baca Juga :  Di DIY, Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi

Rumah singgah ini merupakan rintisan  panti sosial eks psikotik, seperti milik  Dinas  Sosial  Provinsi Jawa Tengah, sehingga belum memungkinkan  penghuni mendapat  pelatihan kerja, sebagaimana kegiatan di panti sosial yang menampung eks psikotik.

Budi Satrio  mengatakan, Poli Jiwa Puskesmas Pejagoan sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama gangguan jiwa, ruang rawat inapnya sudah  tidak mencukupi untuk melayani ODGJ.

Perlu ada ruang rawat inap jiwa di Rumah Sakit Dr Soedirman Kebumen, sehingga rujukan tidak harus ke RSJ dr Soeroyo Magelang. “Saya dapat kabar tahun 2019 akan ada ruang  rawat inap jiwa,“ kata Budi Satrio.

Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Pejagoan dr Agus Sapariyanto mengatakan Puskesmas Pejagoan  menjalin  kerja sama dengan  panti sosial di Cilacap.

Panti sosial yang dikelola Dinas Sosial Jawa Tengah itu menampung dan melatih eks  psikotik dari Kebumen. “Sering untuk bisa masuk panti harus antre,  panti sering  penuh,“ kata Agus Sapariyanto.

Baca Juga :  Semua Berharga Mahal di Labuan Bajo

Bakti  sosial yang diselenggarakan  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen dan Panitia HPN 2018 adalah salah satu bentuk simpati jurnalis terhadap pelayanan  kesehatan jiwa.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk penghuni rumah singgah ini. Kami juga bakti sosial di dua panti asuhan yatim piatu,“ kata Komper Wardopo, Ketua PWI Kabupaten Kebumen.

Rombongan wartawan membawa bantuan sembako termasuk beras berasal dari bantuan donatur di Kebumen. “Kami  peduli dengan masalah kesehatan jiwa, dengan harapan  penghuni rumah singgah ini lebih baik,“ kata Nanang W Hartono, penanggung jawab bakti sosial. (sol)