Ganti Rugi Tanah Bandara Harus Selesai Maret, Ini Warning Sultan

216

KORANBERNAS.ID — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan warning kepada PT Angkasa Pura terkait dengan waktu penyelesaian pembayaran ganti rugi tanah NYIA (New Yogyakarta International Airport). Ganti rugi harus sekesai akhir Maret 2018,  karena IPL yang diberikan sampai bulan April 2018.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, mengakui hal tersebut saat berbicara dengan wartawan,  Senin (19/02/2018), di Kulonprogo.

Pandu menyatakan optimistis target tersebut selesai. Sekarang ini tinggal enam bidang tanah yang belum selesai pembayarannya. Dari enam bidang tersebut di atasnya berdiri 11 rumah.

Agus Pandu Purnama tidak menampik di areal calon bandara masih ada 37 rumah berdiri. Yaitu rumah warga yang pemiliknya menolak pembebasan lahan dan tetap bertahan.

Namun dari jumlah tersebut, sebenarnya ada yang pembayaran ganti ruginya sudah dititipkan di pengadilan (konsinyasi) dan sudah penetapan oleh pengadilan sehingga siap dicairkan.

“Sisanya enam bidang saja yang masih diproses pengadilan, yang lainnya sudah ditetapkan Pengadilan Negeri (melalui konsinyasi ), uang ganti rugi sudah dititipkan dan siap dicairkan,” kata Agus Pandu, General Manager PT AP I Bandara Adisutjipto Yogyakarta ini.

Mengenai  penuntasan land clearing, menurut Pandu, akan dilakukan setelah pembebasan lahan seluruhnya selesai. Artinya, setelah seluruh bidang tanah yang ganti ruginya dibayarkan secara konsinyasi ditetapkan oleh pengadilan. PT AP I akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah, BPN, dan Kapolda.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Wates, Nur Kholida Dwiwati,  mengatakan, PN Wates mengupayakan agar penyelesaian perkara konsinyasi pembebasan lahan untuk pembangunan NYIA cepat selesai sebelum deadline masa berlaku IPL habis.

Meski demikian, PN bersikap pasif, yakni ketika AP I mengajukan perkara konsinyasi maka akan diproses. (sol)