Gara-gara Mahar Emas Palsu, Pemuda Ini Dibui

757

KORANBERNAS.ID — Masa pernikahan Abi DW (24) warga Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Kebumen dengan Anisatul (21) warga Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, Kebumen baru sepekan. Namun prahara muncul karena ulah Abi DW dianggap menipu keluarga mertuanya.

Prahara itu muncul ketika mertua Abi DW merasa dibohongi. Orang tua Anisatul, Ateng Wahyudi, menembujan mahar saat akad nikah berupa perhiasan emas seberat 13,5 gram ternyata palsu. Hingga akhirnya Ateng Wahyudi pada Selasa (02/01/2028) melaporkan Abi ke Polsek Kebumen. Menantunya ini ditetapkan menjadi tersangka penipuan dan menjalani tahanan di Mapolsek Kebumen.

Kesaksian Ateng Wahyudi kepada koranbernas.id, Rabu (10/01/2018), perkenalan anaknya dengan tersangka Abi, 3 bulan sebelum keduanya melangsungkan pernikahan pada Selasa (26/12/2017). Mereka bertemu ketika Anisatul istirahat kerja di sebuah pasaraya di Kota Kebumen. Sedangkan Abi bekerja sebagai agen asuransi jiwa.

“Tiap kali bertamu ke rumah, dia selalu pamerkan ID cardnya, dikalungkan. Awal kenalan, dia ngomong akan memberi uang Rp 100 juta untuk biaya nikah, “ kata Ateng Wahyudi yang didaampingi istrinya.

Pada kenyataanya, hingga selesainya akad nikah dan syukuran di rumahnya hingga sekarang tidak sepeserpun uang diberikan kepada keluarga Ateng Wahyudi. Padahal untuk membiayai pernikahan itu, keluarga telah mengeluarkan biaya Rp 90 an juta,

Sewa tratag, dekorasi pelaminan, kursi-kursi untuk resepsi pernikahan yang dipesan keluarga Abi DS, ternyata tidak dibayar. Sehingga pemilik barang barang sewaan itu menagih kepadanya. Yang membuat keluarga lebih kecewa , salah satu jenis mahar, perhiasan yang disebut saat akad nikah beratnya 13,5 gram ternyata bukan emas.

“Saya tahu barang itu bukan emas, ketika saya bawa ke toko emas di Bumiayu dan toko emas di Kebumen,“ kata Ateng Wahyudi.

Keluarganya sebelum melaporkan kasus ini ke Polsek Kebumen, sempat meminta permohonan pembatalan nikah, di Pengadilan Agama Kebumen. Dengan alasan salah satu rukun nikahnya tidak sah/mahar emas palsu. Namun, Pengadilan Agama Kebumen menolak permohonan pembatalan pernikahan Abi dan Anisa. Pembatalan nikah menunggu putusan perkara pidana (penipuan) berkekuatan hukum tetap.

Kapolsek Kebumen Iptu Mardi, SH MM membenarkan Unit Reskrim Polsek Kebumen sedang menyidik perkara dugaan penipuan di pernikahan Abi dan Anisa, dengan tersangka Abi DW. Salah satu barang bukti, berupa perhiasan bukan emas. Tersangka ditahan di Mapolsek Kebumen. (yve)