Gara-gara Tamsil, Kesenjangan Pendapatan PNS Kebumen Melebar

851

KORANBERNAS.ID--Permintaan sejumlah  fraksi  di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kebumen agar Bupati Kebumen mengurangi kesenjangan pendapatan PNS yang bersumber dari tunjangan Tambahan Penghasilan  (Tamsil ) belum terwujud.

Meskipun hampir semua PNS menikmati, namun kenaikan Tamsil antara PNS yang memiliki jabatan dengan yang tidak punya jabatan masih jomplang.

Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Kebumen pada pembahasan Raperda APBD Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2018, diantaranya  menyetujui  plafon anggaran untuk Tamsil tahun anggaran 2018. Pada tahun anggaran 2017, plafon anggaran tamsil PNS Rp 55 miliar, naik menjadi Rp72 miliar. Kenaikan anggaran Tamsil,  diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendapatan PNS yang bersumber dari tamsil.

Peraturan Bupati Kebumen Nomor 27 Tahun  Tentang Pemberian Tambahan Penghasilan  PNS di Iingkungan Pemkab Kebumen tertanggal 27 Desember 2017 dan lampiranya yang diperoleh koranbernas.id, Senin (05/03/2018) menunjukan, masih  ada kesenjangan yang cukup besar antara PNS non pemilik kelas dan  PNS pemilik kelas jabatan.

Baca Juga :  Pedagang Menolak Rencana Kenaikan Retribusi 1.000 Persen

Tunjangan Tamsil  terendah yang diterima PNS non kelas jabatan, PNS golongan I adalah Rp 1.106.850. Tunjangan Tamsil tertinggi diperoleh  Sekretaris Daerah sebesar Rp 15 juta. Kenaikan Tamsil PNS non kelas jabatan hanya kisaran ratusan ribu rupiah, sedangkan  PNS pemilik kelas jabatan kenaikanya  kisaran jutaan rupiah.

Dalam perbup Kebumen itu disebutkan hak tunjangan Tamsil PNS berkurang 5 persen, jika tidak masuk kerja dengan izin kepada atasan sehari. Bagi PNS yang tidak masuk kerja sehari  tanpa  izin atau membolos kerja, tunjangan Tamsilnya dipotong 20 perhari bolos kerja.

Sumber koranbernas.id di Pemkab Kebumen mengatakan, dikenakannya potongan 5 persen setiap  tidak masuk kerja sehari dengan izin, karena sekarang tidak ada istilah izin kerja.

Baca Juga :  IPWL Pejagoan Siap Rawat Ketergantungan Napza

Bagi PNS yang tidak masuk kerja dengan alasan tertentu, bisa menggunakan hak cuti tahunan.

Menggunakan cuti tahunan PNS masih punya hak tunjangan Tamsil, tanpa dipotong. Hal itu juga berlaku bagi PNS yang sakit kurang dari 6 bulan, masih punya hak mendapatkan uang Tamsil  penuh jika menggunakan cuti sakit. (SM)