Garis Polisi Masih Terpasang di Lokasi Pasar yang Terbakar

200
Pedagang pakaian  Pasar Wonokriyo Gombong  menyelamatkan  barang milik, pasca-kebakaran Senin (04/09/2017) dini hari. (nanang w hartono).

KORANBERNAS.ID — Polres Kebumen belum bisa memastikan penyebab kebakaran Pasar Wonokriyo Kota Gombong Kebumen Jawa Tengah. Ini baru akan diketahui setelah ada hasil penelitian Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek listrik di salah satu los pakaian di lokasi kejadian.

Tim Labfor Polda  Jateng telah melakukan penelitian  di tempat  kejadian, khususnya di lokasi pertama  sumber  api yang diketahui petugas  Satuan  Pengamanan (Satpam)  pasar. Hingga Senin (11/09/2017),  Labfor Polda Jateng belum  memberikan hasil penelitian ke Polres Kebumen.

“Polres Kebumen akan mengumumkan   penyebab kebakaran, jika sudah ada laporan  Labfor Polda Jateng,“  kata AKP Wily Budiyanto SH MH, Kasubag Humas Polres Kebumen  kepada koranbernas.id.

Lokasi kejadian hingga sekarang masih ditutup untuk umum dan pedagang. Garis  polisi masih terpasang. Penutupan diperlukan karena ada kemungkinan Labfor Polda Jateng memerlukan  tempat kejadian untuk mencari bukti fisik penyebab kebakaran. Garis  polisi  akan dibuka jika Labfor Polda Jateng menyatakan cukup barang bukti fisik.

Meski demikian, pedagang boleh mengambil barang dagangannya di luar tempat kejadian. Ada prosedur yang harus ditempuh pedagang, sebelum menyelamatkan barang miliknya. Aparat di Pasar Wonokriyo dan petugas  Satpam yang akan melakukan pendampingan dan pengawasan barang  dagangan.  “Belum ada laporan penjarahan,“  kata Wily  Budiyanto.

Seperti diberitakan, Pasar Wonokriyo di Kota Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Kamis (07/09/2017) dini hari  terbakar. Api menghanguskan puluhan  los  pakaian  dan warung makan  yang berada di tengah pasar terbesar  di Kota Gombong itu.  Pasar yang dibangun tahun 1995 oleh investor swasta ini  diduga terbakar karena hubungan  arus pendek listrik, yang terjadi di los pakaian. (nanang w hartono)