Gas “Melon” Diecer Mahal

199

KORANBERNAS.ID – Meski pemerintah telah mengeluarkan aturan yang jelas tentang tata niaga LPG 3 kilogram, namun di lapangan tetap saja ada pihak-pihak yang berbuat nakal demi mendapatkan keuntungan besar.

Seperti yang terjadi di Kampung Sembir RW 6, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga ini. Di kampung itu, pangkalan LPG 3 kilogram menjual gas “melon” kepada warga dengan harga Rp 18 ribu/tabung. Padahal ketentuan resminya harga di tingkat pangkalan hanya Rp 15.500/tabung.

“Kalau beli harganya Rp 18 ribu per tabung. Dan itu lebih murah bila dibandingkan dua warung lainnya yang juga menjual LPG 3 kilogram,” kata warga.

Warga tersebut menambahkan, di Kampung Sembir RW 6 memang ada 3 warga yang menjual LPG 3 kilogram. Namun merreka tidak tahu jika statusnya ada yang pangkalan dan pengecer. Sedangkan dua pengecer dikampung itu ada yang menjual seharga Rp 19 ribu/tabung dan Rp 20 ribu/tabung.

Baca Juga :  Prestasi Indonesia di Asian Games Membanggakan

Di pangkalan lain di Kelurahan Bugel yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Kampung Sembir, gas “melon” hanya dijual Rp 16 ribu/tabung.

Menanggapi hal tersebut, PT Browijojo Brojodento (BBB) Kota Salatiga selaku agen yang membina pangkalan LPG 3 kilogram Kampung Sembir RW 6, Kelurahan Bugel mengatakan telah mengecek dilapangan dan pangkalan tersebut dalam pengawasan.

“Pangkalannya dalam pengawasan kami dan kami juga mohon dibantu mengawasinya,” ujarnya kepada koranbernas.id.(eru)