Geblek Renteng untuk Sang Profesor

340

KORANBERNAS.ID – Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memberikan batik geblek renteng untuk sejumlah profesor dari National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan, Kamis (31/08/2017) kemarin. Fong-Gong Wu, sang profesor itu tampak senang menerima kain batik khas daerah ini.

Pada pertemuan yang dipimpin Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kali ini, Prof Fong-Gong Wu didampingi Prof Chao-Chih Yo, Prof Shiann-Far Kung, Prof Kwang-Tyng, Prof Hsueh-Sheng Chang, Prof Shyhnan Liou  dan Dr Ottavia Huang.

Hadir pula sejumlah pakar dari Fisipol UGM yaitu  Dr Erwan Agus Purwanto MSi beserta Prof Dr Agus Pramusinto dan Dr Nurhadi Susanto SH MHum.

Agenda pertemuan itu sendiri membahas kerja sama antara Pemkab dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) serta National  Cheng Kung University (NCKU) Taiwan. Kerja sama ini untuk menyikapi pembangunan bandara agar membawa kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Ketiga pihak sepakat menandatangani MoU, usai melakukan pembicaraan serius di Jakarta.

Prof Fong-Gong Wu menyatakan  ini pertama kunjungannya ke Indonesia. Saat ini banyak investor memindahkan usaha dari China ke Vietnam, Burma dan Indonesia.

“Perlu rencana dan desain,  potensi apa, resiko apa, apa yang ditawarkan digodok bersama, hasilnya ditawarkan ke investor,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik   UGM Dr Erwan Agus Purwanto MSi  menjelaskan, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari diskusi upaya kerja sama tiga pihak antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan sektor usaha.

Tujuannya mendorong pembangunan daerah terutama pembangunan Kabupaten Kulonprogo yang akan memiliki bandara baru, sehingga nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan demikian masyarakat di Kulonprogo dapat menikmati bandara. Hasil pertemuan tadi dicapai kesepakatan, NCKU, UGM dan Pemkab Kulonprogo segera membuat MoU, sehingga akan bisa segera dilakukan langkah-langkah kongkret studi dan identifikasi apa saja hal yang penting dikerjakan,” kata Erwan Agus Purwanto.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berharap ada follow up program yang sudah dibicarakan sebelumnya. Beberapa hal pokok yang bisa dikerjasamakan seperti pembangunan SDM, pembangunan daerah kolaborasi bidang, GIS, aerotropolis, infrastruktur, manufakturing berbasis teknologi.

Beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti, antara lain planning lokal infrastruktur sekitar bandara, industri yang memberdayakan masyarakat, heritage development, pemberdayakan UKM dan koperasi, SDM, training, pendidikan. (wid)