Gebyar Batik 2018 Digelar 24-26 Agustus

210
Tri Endah Yitnani menjelaskan rencana gebyar batik 2018 kepada awak media, Senin (20/08/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Gebyar Batik Sleman 2018 akan digelar pada 24 – 26 Agustus 2018 bertempat di Pawon Semar, Hotel Alana, Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7, Mlati, Sleman.  Adapun acara puncak yakni Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 dilaksanakan pada 6 Oktober 2018.

Event dua tahunan yang mengambil tema “Innovation for Sustainable Future” bertujuan untuk mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang ditetapkan oleh World Craft Council.

Tema tersebut dipilih sesuai dengan perjalanan batik di Indonesia yang terus berinovasi baik dari segi dari corak batik, strategi marketing, hingga proses produksi yang ramah lingkungan.  Selain itu, pada event tersebut juga akan didukung dengan acara Bazaar dan Pameran Batik, Fashion Show, Talkshow, Lomba Desain Busana Batik Sleman, dan Ayo Membatik.

Baca Juga :  Muncul Spanduk Tolak Pabrik Aspal

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani Senin (20/08/2018)  mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk berkontribusi terhadap perkembangan batik di Indonesia dan juga sebagai media untuk semakin mengenalkan tradisi batik ke seluruh dunia.

Untuk mendukung kegiatan tersebut di Sleman terdapat 500 perajin batik. Kemudian sebagai  upaya mengedukasikan batik kepada masyarakat pada kegiatan tersebut didukung dengan acara “Ayo Membatik”, yaitu pengunjung dapat mencoba langsung proses membatik.

“Diharapkan melalui acara Ayo Membatik dapat meregenerasi gerakan membatik mulai dini,” kata Tri Endah.

Endah juga mengatakan sebagai salah satu upaya Pemkab Sleman mendukung Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia, diterbitkan Peraturan Bupati  No 35 tahun 2015 tentang Tata Kelola Batik Sleman. Aturan tersebut mewajibkan  pegawai di lingkup Sleman menggunakan batik yang sesuai dengan aturan Perbup, yakni batik tulis, batik cap, atau batik tulis dan cap.

Baca Juga :  Dianiaya Anak, Sunaryo Tewas di Rumahnya

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarata, Tri Saktiyana mengatakan melalui Gebyar Batik Sleman 2018 ini, diupayakan untuk memberikan edukasi pengenalan batik sesungguhnya bukan batik-batikan kepada masyarakat.

Tri Saktiyana juga menjelaskan bahwa kriteria batik sesungguhnya yang diakui oleh World Craft Council ialah tentang proses di balik pembuatan batik itu sendiri.

“Pada kegiatan tersebut akan memberikan edukasi sekaligus menjual batik sesungguhnya, bukan printing, yakni batik yang melalui proses pemalaman atau perintangan yang dapat dilakukan dengan menggunakan canting tulis atau canting cap,” kata Tri Saktiyana. (SM)