Geger Ular Sanca, Barang Bawaan Penumpang  KA Diperiksa Ketat

207
Ruang tunggu penumpang di Stasiun Purwokerto. Sebelum masuk ruang peron, barang bawaan penumpang diperiksa lebih teliti. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Menyusul ditemukan ular Sanca di kereta api (KA) Kertajaya, Rabu (21/02/2018) malam yang membuat geger dunia maya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto  lebih ketat memeriksa barang bawaan penumpang sebelum pemberangkatan.

Antisipasi ini dilakukan agar kejadian ular masuk rangkaian KA tidak terulang kembali. Daop 5 Purwokerto tidak mau kejadian tersebut sampai menurunkan citra perusahaan.

“Diduga kuat ular yang ada di kereta Kertajaya tersebut dibawa oleh penumpang,” kata Ixfan Hendri Wintoko, Manajer Humas PT KAI Daop 5, kepada wartawan, Jumat (23/02/2018).

Petugas Petugas boarding dibantu petugas pengamanan stasiun akan lebih teliti memeriksa barang bawaan penumpang. Selain itu, para porter stasiun juga akan diperingatkan.

Baca Juga :  Ini Sebabnya Pengelolaan Cagar Budaya Tak Optimal

“Kami akan memerintahkan petugas kami untuk lebih teliti dan detail memeriksa barang bawaan penumpang. Ini untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa KA dan juga menjaga citra perusahaan,” jelas ixfan.

Penumpang KA harus patuh dan jujur pada aturan yang berlaku. Di antaranya tidak membawa bagasi jinjing dengan berat melebihi 20 kilogram.

Penumpang KA tidak diperkenankan membawa barang-barang yang mudah terbakar, narkoba, segala jenis hewan, barang atau buah yang baunya menyengat sehingga mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Penumpang yang akan mengirim atau membawa barang melebihi kuota yang sudah ditentukan, bisa melalui perusahaan ekspedisi. “Jika ada pengguna jasa KA yang akan mengirim binatang atau hewan piaraan bisa dititipkan melalui ekspeditur KA barang,” kata Ixfan. (sol)

Baca Juga :  Pemkab Purbalingga Beli Buku Karya Penulis Lokal