Gemayomi Minta Kasus Pembakaran Dituntaskan

239
Esty Wijayanti menyerahkan alat ibadah dan alat kebersihan ke pengurus PCM Banguntapan Selatan Jumat (16/03/2018) sore. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNA.ID–Gerakan Masyarakat Yogyakarta Melawan Intoleransi (Gemayomi) mengunjungi Mushola Fahturrahman, Dusun Kepanjen RT 03, Desa Jambidan, Kec Banguntapan, Jumat (16/03/2018) sore. Kunjungan 50  anggota Gemayomi awalnya berniat untuk melakukan pembersihan dan juga menata lingkungan mushola yang gasebonya dibakar Minggu (11/03/3018) malam dan  juga alat-alat ibadahnya, Senin (12/03/2018) pagi.

Namun karena lokasi masih dipasang  police line, akhirnya niat tersebut diurungkan dan peralatan kebersihan seperti sapu, kemoceng dan, serok diberikan kepada pengurus PCM Banguntapan Selatan, Rustam Fatoni SPd dan juga pengasuh TPA Fahturrahman,  Mbah Siswo Suwarno.

Turut diserahkan juga bantuan karpet, peci dan Alquran.

Penasehat Gemayomi Esty Wijayanti yang juga anggota Komisi X DPR RI mengaku prihatin dengan aksi pembakaran yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

Untuk itulah, Gemayomi yang beranggotakan berbagai agama dan berbagai elemen masyarakat ini mendesak aparat kepolisian untuk bisa menuntaskan kasus itu. Termasuk menangkap pelaku ataupun aktornya serta mengungkap motif yang ada.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Polri Jaring Calon Anggota ke Daerah

“Kendati ada teror seperti ini, saya berharap masyarakat tetap tenang, jangan terpancing provokasi. Kehidupan guyub rukun antar agama dan antar elemen masyarakat harus tetap dijaga demi keutuhan NKRI,”kata Esty.

Gemayomi yang dibentuk Februari lalu paska penyerangan Gereja Bedog, Gamping tersebut juga berharap agar lokasi pembakaran segera bisa dibangun kembali jika segala penyelidikan telah selesai.

Karena adanya  bekas kebakaran tersebut bisa menjadi trauma sendiri, terutama bagi anak-anak yang selalu belajar TPA di tempat tersebut. Mengingat mushola memang menjadi satu lokasi dengan Kantor PCM Banguntapan Selatan, Pengurus Aisyiyah dan TPA.

“Kalau lokasi kebakaran belum dibersihkan, anak-anak pasti akan bertanya. Kenapa itu dibakar?. Kenapa ada orang jahat? Dan lainnya. Jadi memang jika sudah selesai, agar bisa dibangun kembali agar tidak ada trauma,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Pejabat Sleman Dimutasi untuk Penyegaran

Selain itu ke depannya Gemayomi akan berperan untuk menerjunkan anggotanya ke masyarakat guna menguatkan toleransi. Dengan demikian penguatan kapasitas SDM anggota Gemayomi sangatlah diperlukan.

“Nanti akan diberikan pemahaman mengenai apa itu toleransi, tindakan apa yang termasuk toleransi dan intoleransi dan lainnya,” katanya.

Sedangkan Mbah Sis pengasuh TPA juga berharap agar gasebo yang terbakar tersebut bisa segera dibersihkan karena gasebo sering buat istirahat dan bermain anak-anak disela mengikuti TPA.

“Saya berharap segera ada perbaikan agar anak-anak bisa menggunakan kembali. Karena memang banyak yang sudah menanyakan,”katanya. (SM)