Gempa 7,3 SR, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

249
Pasien RS Margono Purwokerto dibawa keluar pasca gempa bumi 7,3 SR, Jumat (15/12/2017) malam. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,3 SR mengguncang wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat pukul 23.47.57 WIB, Jumat (15/12/2017). Gempa susulan 6,9 SR kembali terjadi pada pukul 23.47.58.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya di media sosial (medsos) memberikan peringatan dini tsunami di Jawa Barat, DIY dan Jateng. Sebab gempa terjadi di 8.03 LT-108.04 BT dengan kedalaman 105 km dan 43 km barat daya Tasikmalaya. Masyarakat pun diharapkan siaga dengan peringatan tersebut dan menjauhi pantai, termasuk pantai selatan Yogyakarta dan tepian sungai.

Ditinjau dari kedalaman hiposenter, kejadian tersebut merupakan gempa bumi dengan kedalaman dangkal yang diakibatkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia yang mengakibatkan deformasi batuan selama lebih dari sepuluh detik.

Baca Juga :  KPI DIY Konsisten Kawal Pergub SDGs

“Gempa bumi berpotensi tsunami. Evaluasi terjadi ada di beberapa wilayah. Garut, waspada, di tasikmalaya siaga, ciamis siaga, jawa tengah selatan khususya kebumen waspada, kulonprogo wasapada dan cilacap waspada,” ujar Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati.

Meski pusat gempa di Jawa Barat, guncangan gempa yang cukup besar dirasakan warga di DIY dan Jateng. di Purwokerto misalnya, sejumlah pasien RS Margono terpaksa dibawa keluar rumah sakit karena guncangan besar dirasakan.

“Kami mengeluarkan beberapa pasien keluar rumah sakit karena guncangan gempa bumi sangat terasa,” ujar salah seorang tim medis RS Margono, Titis Sri Andijati.

Sementara di Yogyakarta, gempa membuat warga berhamburan keluar rumah karena panik. Warga di Kampung Jogoyudan, Gowongan, Jetis misalnya, puluhan warga keluar rumah sesaat terjadinya gempa bumi. Mamik (60) mengaku tiba-tiba merasa pusing tanpa sebab. Setelah sadar gempa terjadi, dia keluar rumah bersama keluarganya.

Baca Juga :  Pemudik Bisa Lintasi JLSS

“Dua kali terasa guncangan gempa yang bikin pusing,” jelasnya.

Secara terpisah, Pujiyanti (40), warga Banguntapan mengaku gemetaran saat terjadi guncangan gempa. Dia keluar rumah bersama ibu dan suaminya karena ketakutan.

“Tetangga juga keluar rumah karena tiba-tiba ada guncangan,” imbuhnya.(yve)