Geowisata di Yogyakarta Belum Tergarap Optimal

264
Seminar Potensi Goewisata Pendidikan di Museum Geoteknologi Mineral, Jumat (06/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo.koranbernas.id).

KORANBERNAS.ID — Indonesia, termasuk Yogyakarta memiliki banyak sekali potensi geowisata pendidikan energi. Namun hingga saat ini potensi yang luar biasa itu belum juga tergarap secara maksimal.

Padahal bila menilik negara-negara lain seperti Jepang, Malaysia ataupun Australia, potensi geowisata pendidikan di negara ini tak kalah hebat.

“Saat kunjungan ke malaysia, jepang dan australia, potensi alam yang bisa dikembangkan sebagai geowisata ternyata tak jauh lebih baik dari indonesia.Hanya saja memang potensi kita belum tergarap dengan baik,” ungkap Nur Suharcasyo, Kepala Pusat Kajian Geoteknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta, disela Seminar Nasional ‘Potensi Geowisata Pendidikan Energi di Indonesia’ di Museum Geoteknologi Mineral, Jumat (06/10/2017).

Dicontohkan Nur, ada daerah tertentu di Yogyakarta yang pemandangan bagus untuk morfologi. Bahkan ada pertemuan tiga sungai hingga sampai ke pantai yang bisa jadi geowisata. Sepanjang kawasan laut selatan pun potensial untuk pengembangan energi terbarukan baik angin, matahari, gelombang hingga biogas.

“Bila bisa dikembangkan bersama-sama maka bisa meningkatkan ketahanan energi dan pangan di yogyakarta. Gunungkidul dan bantul yang paling besar potensinya,” tandasnya.

Sementara Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof Sari Bahagiarti mengungkapkan, perguruan tinggi (PT) ikut mendukung pengembangan geowisata. Kampus tersebut ikut berupaya berperan serta dalam pengembangan program-program geowisata.

“Kedepan diharapkan melalui peran serta kampus maka masyarakat akan semakin teredukasi dan tumbuh minatnya untuk pengembangan geowisata,” imbuhnya. (yve)