Gereja Katholik Jangan Ekslusif

220
Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Pr didampingi Bupati Gunungkidul, Badingah, Ketua DPRD dan Dandim saat meresmikan paroki Santo Yusuf, di Playen, Minggu (08/10/2017). (st. aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sebagai negara yang majemuk dengan berbagai suku, agama, ras, dan aliran kepercayaan, menuntut masyarakat saling terbuka menghadapi perbedaan. Termasuk didalamnya gereja katolik diajak untuk tidak eksklusif.

Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Pr menyatakan ini, saat meresmikan paroki Santo Yusuf, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Minggu (08/10/2017) malam. Bahkan diharapkan keberadaan paroki tidak hanya untuk orang katolik,  tetapi terbuka bagi masyarakat sekitar.

Menurut dia, gereja seharusnya bermanfaat bagi sesama, sehingga tidak eksklusif dan harus terbuka bagi siapa saja. Ditengah masyarakat yang terdiri dari berbagai umat beragama, diharapkan tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

“Marilah kita srawung, tidak menjadi kelompok eksklusif,” pintanya.

Baca Juga :  PDIP Jaring 64 Orang Bacaleg, 42 Persen Wanita

Ditambahkan, persatuan umat beragama di Gunungkidul tidak lepas dari campur tangan pemerintah, termasuk berdirinya paroki mandiri di wilayah barat ini.

“Kami ucapkan terimakasih, mendukung kami bahkan memfasilitasi,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Badingah yang hadir dalam kesempatan ini juga berharap gereja menyiapkan generasi muda yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Gunungkidul. “Gereja hendaknya juga menjadi mitra pemerintah dalam menanamkan dan membangun kareakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai etika dan moral, memiliki etos kerja yang baik dan berdaya saing sehingga menjadi sumber daya manusia yang berkualitas membangun Gunungkidul,” katanya.

Selain itu, lembaga keagamaan ikut berpartisipasi bersama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Saya berharap lembaga keagamaan, termasuk gereja katolik Santo Yusuf, Desa Bandung ini juga turut berpartisipasi dalam pelayanan pemberdayaan masyarakat, baik bidang kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan hingga perekonomian,” pintanya.

Baca Juga :  Sejak Ditemukan Tahun 1915 Sendang Ini Tak Kering

Peresmian dihadiri berbagai tokoh, mulai dari Dandim, hingga Ketua DPRD Gunungkidul. Sebelumnya dilakukan perayaan misa dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Pr. Usai peresmian langsung dilakukan pagelaran wayang kulit semalam suntuk  dengan dalang Romo Tri Wijayanto Pr. (SM)