Gethuk Bantul Jadi Daya Tarik Wisata

311
Gethuk, makanan tradisional dari Selopamioro Imogiri yang potensial menjadi daya tarik wisata. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul bertekat terus meningkatkan potensi wisata di wilayah ini. Bukan hanya obyeknya saja, namun aneka makanan  tradisional juga diuri uri sebagai bagian  dari daya tarik wisata.

Dari beragam potensi tersebut, salah satunya ada di wilayah Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri. Beberapa hari lalu desa itu dikunjungi finalis Dhimas Dhiajeng Bantul 2017. Mereka mencoba mengangkat salah satu makanan khas di desa itu yaitu gethuk, yang diolah sedemikian rupa sehingga tampilannya lebih menarik.

Kasi Analisis Pasar dan Kerjasama Dinas Pariwisata  Bantul, C Isrri Putranti, mengatakan, Selopamioro memiliki Jembatan Siluk yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek wisata.

Daerah tersebut juga memiliki potensi alam serta aneka olahan makanan tradisional yang lahir, tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Baca Juga :  Naik Jeep, Desa Kaki Langit Dapat Sorotan

“Untuk mengenalkan potensi tersebut Dhimas Diajeng kita ajak ke sana melihat  potensi alam yang melimpah dalam kegiatan field program.  Harapannya mereka lebih paham segala potensi yang ada di Bantul, mengingat Dhimas Diajeng menjadi juru bicara pariwisata Bantul baik di kancah lokal bahkan nasional,” kata Tanti panggilan akrabnya kepada koranbernas.id, Kamis (14/09/2017).

Selain potensi wisata, Dinpar Bantul juga siap men-support  daya dukung pariwisata, seperti olahan makanan tradisional. Saat ada tamu berkunjung, diberikan sajian makanan khas di desa wisata setempat. Selain pelestarian juga ada unsur pemberdayaan ekonomi di sana.

Ketua panitia kegiatan itu, Adikarang Samawi, mengatakan pemilihan Dhimas Diajeng rutin digelar setiap tahun oleh Dinas Pariwisata Bantul.

Baca Juga :  Juri Sekolah Sehat Diarak Dokar Hias

“Mereka yang terpilih akan menjadi duta wisata dan mempromosikan potensi yang ada di Bantul agar lebih terkenal,” katanya.

Mereka harus mendapat  pembekalan yang cukup mengenai potensi wisata sekaligus melihat langsung ke lapangan. (sari wijaya)