Gigitan Tikus Merusak Tanaman Padi

158
Tanaman padi usia dua bulan di Desa Krecek Kecamatan Delanggu yang terserang hama tikus. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puluhan hektar tanaman padi petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten rusak digigit tikus. Meski serangan hama itu tidak sporadis namun petani diimbau tetap waspada dan melakukan upaya antisipasi agar tidak sampai gagal panen.

Salah satu wilayah yang terserang hama tikus yakni Kecamatan Delanggu dan Wonosari. Di Delanggu tanaman padi yang terserang hama tikus tidak luas dan hanya satu dua patok saja.

“Di tempat saya ada 2,5 patok tanaman padi yang sudah teserang tikus. Umumnya tanaman usia dua bulan atau yang baru keluar padinya. Kalau sudah tua sedikit tikusnya tidak mau,” kata Sujini, petani di Desa Krecek Kecamatan Delanggu.

Ditemui di sawah miliknya, Sujini menceritakan permasalahan hama tikus tersebut sebenarnya sudah dirembug dengan kelompok tani di desanya, namun obat pembasmi hama yang diajukan ke Dinas Pertanian belum ada.

Selain menanam padi di sawah miliknya, warga Desa Krecek itu juga menyewa sawah lungguh milik perangkat desa. Hama tikus tetap saja ada. Bahkan tanamam padi milik petani lain juga ikut terserang.

Upaya penanggulangan sementara yang dia lakukan dengan memasang kayu dan plastik di lokasi tanaman yang sudah terserang.

Dengan dipasang plastik itu akan timbul suara bila ada angin. “Biasanya tikus takut kalau ada suara. Apalagi serangan tikus pasti malam hari. Suara dari plastik itulah yang membuat takut tikus,” jelas Sujini.

Senada, Kepala Desa Krecek, Kukuh, menyatakan benar adanya serangan hama tikus terhadap tanaman padi petani di wilayahnya.

“Yang terserang ada tapi tidak banyak. Hanya satu dua saja. Sudah kami koordinasi dengan kelompok tani dan UPTD Dinas Pertanian untuk penanganannya. Tetapi katanya obatnya yang belum ada. Besok kalau obatnya sudah akan ditangani bersama-sama,” ujar Kukuh.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian Joko Siswanto juga menyatakan benar adanya serangan hama tikus itu.

“Ada lima kecamatan yang terserang tetapi hanya satu dua saja dan itu pun sudah ditanggulangi,” jelas Joko Siswanto yang juga Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Klaten itu. (sol)