Gila, Tlepong Larikan Puluhan Motor dengan Membohongi Korban

173
Tlepong kembali meringkuk dalam sel tahanan Mapolres Purworejo. Ini adalah pengalaman keempatnya bakal menghuni sel tahanan. (Hery Priyantono/ koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –Wagirin alias Tlepong (48) benar-benar piawai dalam setiap aksinya menipu korban. Tak tanggung-tanggung setidaknya 20 motor korbannya berhasil dia gondol. Bukan dengan kunci leter T ataupun alat-alat bengkel yang dia gunakan dalam aksinya, namun cuma dengan jurus mautnya.

“Saya sebelum beraksi selalu berbaik-baik dengan para korban. Pura-pura pinjam motor korban lalu saya bawa kabur,” ucap pria yang tercatat tiga kali sebagai residivis.

Tlepong lalu menceritakan jurus jitunya bagaimana sampai-sampai puluhan korbannya rela menyerahkan sepeda motornya satu-persatu.

“Kebanyakkan korban saya ajak mutar-mutar dulu. Lalu, saya berhenti di depan Komplek Asrama Tentara BTC. Sampai di depan gerbang, saya bilang sama yang punya motor agar menunggu di luar karena saya mau menemui adik saya,” ungkap pria asal Kelurahan Baledono itu.

Ternyata, tak hanya menyuruh pemilik motor turun dan menunggu di depan asrama saja, Tlepong pun meminta korbannya agar menyerahkan STNK motornya.

“Saya pura-pura bilang bahwa kalau masuk asrama tentara motor harus ada surat-suratnya, setidaknya STNK,”ucapnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum PKL Tuding Upaya Penggembosan

Benar saja, tanpa curiga sedikitpun mayoritas korban percaya begitu saja dengan omongan pelaku.

Alih-alih menemui adiknya sebagai bahan berbohong kepada para korbannya, begitu dia masuk ke asrama BTC itulah, Tlepong langsung mengarahkan ke jalan menuju pintu keluar di bagian belakang komplek asrama dan lalu kabur meninggalkan korbannya begitu saja.

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetyo melalui Kasat Reskrim, AKP Kholid Mawardi membenarkan bahwa aksi tipu muslihat Tlepong dalam setiap aksinya, rata-rata mencatut lokasi Komplek Asrama BTC Purworejo. Dan pelaku hanya berdalih punya saudara yang tinggal di Asrama BTC alias bohong untuk menipu para korbannya.

“Dia memang licin. Ia selalu berpura-pura mau menemui saudaranya atau apapun ke calon korbannya agar bisa pergi membawa hasil kejahatannya. Padahal itu palsu alias bohong,” tegas Kholid kepada koranbernas.id.

Saat melakukan Gelar Perkara dengan Pewarta Purworejo di Mapolres, Rabu (6/12/2017), Kholid menerangkan, ada 17 barang bukti (BB) yang sementara ini berhasil diamankan jajaran reskrim.

Baca Juga :  Pintu Damai Semakin Terbuka Lebar

“Kemungkinan ada puluhan motor yang telah dia gelapkan. Saat ini kami sudah berhasil mengamankan sebanyak 17 motor milik korban,”papar Kholid.

Ke-17 BB hasil kejahatan Tlepong itu diambil polisi di beberapa tempat.

“Kebanyakan BB hasil kejahatan pelaku berada di wilayah Jawa Barat. Dan kami berhasil mengambilnya satu persatu disana,”urainya.

Polisi pun langsung memberitahukan kepada para korban agar bisa datang ke Mapolres setempat untuk mengambil sepeda motornya.

Subadar (kiri) menerima kembali sepeda motornya dari Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi (kanan), Rabu (6/12/2017). (Hery Priyantono/koranbernas.id)

Dua orang korban yakni, Paino (43) asal Desa Kedung Pomahan Kulon Kecamatan Kemiri dan Subadar (50) warga Desa Kalitapas Kecamatan Bener, bahkan sudah diperkenankan mengambil sepeda motor milik mereka, Selasa (5/12/2017).

Paino mengaku kehilangan motornya sebulan lalu. Sedangkan Subadar kehilangan sekitar 20 hari yang lalu. “Saya senang sekali sepeda motor saya bisa kembali lagi. Terima kasih untuk Polres Purworejo,” ucap Subadar.

Kini Tlepong harus menanggung perbuatannya. Pelaku  dikenakan Pasal 378 KUHP, yakni Tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan, dengan ancaman penjara selama-lamanya 4 tahun. (SM)