Giliran Diklatpim Makassar ke Sleman

308
Peserta Benchmarking Diklatpim Makassar foto bersama di Aula BKPP Sleman, Senin (28/08/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali menerima kunjungan Benchmarking to Best Practice. Kali ini giliran Diklatpim Tingkat III Angkatan Kemendagri Regional Makassar yang datang berkunjung, Senin (28/08/2017). Rombongan diterima di Aula lantai III BKPP Kabupaten Sleman oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Sumadi SH MH, mewakili Bupati Sleman.

Sumadi memaparkan  potensi-potensi Kabupaten Sleman khususnya yang berhubungan dengan locus benchmarking tersebut.

“Pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sleman telah menggunakan Sistem Akuntansi Dinas Daerah (Siadinda) dan Sistem Informasi Manajemen Tata Usaha Keuangan Dinas Daerah (Simakda),” kata Sumadi.

Sedangkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sleman selama enam tahun berturut-turut  meraih  opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari  Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK).

Soal pertanian, Sumadi menyampaikan,  Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan telah melakukan inovasi, salah satunya pengembangan pertanian beriringan dengan perikanan yang disebut minapadi.

Pada  2016 lahan minapadi mencapai 102 hektar yang tersebar di 17 kecamatan. “Dengan minapadi petani dapat keuntungan bersih rata-rata Rp 50-60 juta per hektar per musim tanam,” tuturnya.

Di bidang teknologi informasi, Pemerintah Kabupaten Sleman mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk pelayanan publik. Salah satunya, Layanan Pengadaan Secara Elektronik melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Adapun penghargaan yang diterima Kabupaten Sleman bidang Komunikasi dan Informatika pada 2016 berupa Indonesian Digital Economic Award (IDEA) Juara 3 tingkat Nasional.

Sejumlah 50 orang peserta Benchmarking bersama pendamping berada di Sleman tiga hari hingga Kamis mendatang. (sol)