Giliran Harga Cabai di Kebumen Anjlok

254
Pedagang cabai di Pasar Tumeggungan Kebunen, Sabtu (19/8/2017). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Harga beberapa jenis cabai di Kabupaten Kebumen selama dua hari terakhir mengalami penurunan yang signifikan. Harga cabai rawit merah yang pernah mencapai Rp 100.000 per kg anjlok jadi Rp 10.000 pr kg.

Kondisi itu berbeda dengan harga garam yang melambung tinggi terjadi di pasar yang sama hingga lebih dari 300 persen. Harga itu jauh lebih tinggi dibanding harga sebelum ada impor garam.

Salah seorang pedagang kaki lima di Pasar Tumenggungan Kebumen, Rofikoh (35) kepada koranbernas.id, Sabtu (19/8/2017), harga kulakan cabai merah sebesar Rp 9.500 per kg dan bisa dijual ke konsumen sebesar Rp 10.000 per kg. Penurunan harga juga terjadi pada cabai besar yang dijual dengan harga Rp 11.000 per kg.

“Sedangkan harga cabai hijau besar lebih tinggi sebesar Rp 13.000 hingga 15.000 per kg,” ujar Rofikoh yang berdagang di pinggir Jalan Kolopaking.

Cabai yang ia jual merupakan hasil panen petani lokal Kebumen, seperti petani di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Sebab jika kulakan dari hasil petani di luar Kabupaten Kebumen, seperti Magelang, cabai yang dibeli tidak bisa dijual kembali karena harganya lebih tinggi meski kualitasnya sama.

Sementara harga garam dalam kemasan yang mengandung yodium, menurut beberapa konsumen di Pasar Tumeggungan mengalami kenaikan drastis. Harga garam cetakan dengn berat 0,5 kg per bungkus yang biasanya Rp 30.00 per bungkus naik hingga Rp 9.000. (Nanang WH/yve)