Giliran Magelang Hujan Abu dan Pasir

182

KORANBERNAS.ID – Sejak ditetapkan statusnya dari level Siaga menjadi Waspada pada 21 Mei 2018 mulai pukul 23:00, aktivitas Gunung Merapi belum reda.

Setidaknya, untuk kesekian kalinya gunung yang tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia itu, kembali menyemburkan material berupa pasir dan debu.

Kali ini giliran wilayah Magelang dan Muntilan Jawa Tengah terkena dampak hujan abu dan pada sebagian wilayah disertai pasir.

Informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kamis (24/05/2018) dini hari pukul 02:55, Gunung Merapi kembali meletus.

Erupsi berdurasi empat menit tersebut disertai suara gemuruh yang terdengar dari semua pos pengamatan gunung Merapi, dengan Amplitudo maksimum 60 mm, tinggi kolom asap 6.000 meter condong ke arah barat. Secara visual, juga terlihat kepulan asap dan pijar merah.

Baca Juga :  Gunungkidul Tidak Perlu Status Darurat Kekeringan

Sebelumnya, Kepala BPPTKG Dr Dra Hanik Humaida M Sc, menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Dia kembali mengingatkan radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk.

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan angin dominan ke arah Barat saat erupsi Gunung Merapi.

Wilayah di Magelang yang terkena hujan abu dan pasir antara lain Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipuro, Banyubiru,  Muntilan, Kota Mungkid, Menayu, Kalibening serta Salaman. Dia berharap warga tetap tenang dan tidak perlu panik. (sol)