Giliran SMAN 1 Sleman Jadi Sekolah Siaga Bencana

143
Simulasi Gladi Lapang bersamaan dengan pengukuhan Sekolah Siaga Bencana (SSB) SMAN 1 Sleman, Rabu (24/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman kembali mengukuhkan Sekolah Siaga Bencana (SSB), Rabu (24/07/2018). Kali ini giliran SMAN 1 Sleman yang dikukuhkan sebagai SSB.

Turut hadir pada acara tersebut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH.

Arif berharap tim siaga bencana SMAN 1 Sleman mengembangkan wawasannya terkait mitigasi bencana, serta menjadi agen kebencanaan. “Tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi juga di tengah masyarakat,” kata Arif.

SSB dinilai sangat penting. Kesiap-siagaan penanggulangan bencana perlu didukung semua pihak, tidak hanya dari pemerintah atau tim relawan.

“Upaya penanggulangan bencana harus ditularkan ke semua pihak, termasuk anak didik. Karena risiko dari sebuah bencana dapat dikurangi jika masyarakat memiliki wawasan mitigasi bencana,” ucapnya.

Joko Supriyanto selaku Kepala Pelaksana BPBD Sleman mengungkapkan pembentukan SSB dimaksudkan untuk melindungi warga sekolah yang ada di kawasan rawan bencana.

Kabupaten Sleman memiliki tujuh ancaman bencana di antaranya gempa bumi, erupsi, tanah longsor, angin puting beliung, banjir dan kekeringan. “Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas pemerintah untuk memberikan dukungan sumber daya dan teknis untuk pengurangan risiko bencana,” tutur Joko.

Sebelum acara pengukuhan, digelar simulasi gladi Lapang dengan skenario terjadi bencana gempa bumi. Gladi Lapang ini diikuti seluruh warga sekolah. BPBD Sleman tahun ini menargetkan membentuk 8 SSB. Dengan dikukuhkannya SMAN 1 Sleman sebagai SSB, telah ada 38 SSB. (sol)