GKR Hemas Memanen Sayur dan Buah

80
GKR Hemas panen perdana sayur di Lumbung Mataraman Padukuhan Sembung Pakem, Sleman, Rabu (25/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kelompok Wanita Tani (KWT) Bumi Lestari Sembung berhasil menerapkan pertanian rumah tangga di Desa Sembung Pakem Sleman.

Kelompok tani tersebut berhasil melaksanakan program pemanfataan lahan kosong pekarangan sebagai Lahan Tanam Sayur dan Buah.

Pembina KWT Sembung, TO Suprapto, menjelaskan penanaman sayur menggunakan sistem hidroponik, tanpa menggunakan lahan yang luas sebagai media tanamnya.

Sebagai gantinya, digunakan media air dan pipa PVC dengan memaksimalkan ruang kosong sekitar rumah. Selama masa tumbuh, tanaman diberi pupuk organik.

KWT Sembung yang beranggotakan 20 orang tersebut sudah berhasil membudidayakan sayur dan buah, di antaranya kubis, sawi dan cabai.

Ketua KWT Sembung Bumi Lestari, Margiyati, menambahkan saat ini sudah hampir 90 persen warga Padukuhan Sembung menerapkan program binaan dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY tersebut.

Baca Juga :  Delapan Perangkat Daerah di Sleman Dinilai KID Belum Maksimal Terapkan PPID

Keberhasilan KWT Sembung tersebut ditandai panen perdana Lumbung Mataraman bersama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Rabu (25/07/2018).

GKR Hemas didampingi GKBRAy Paku Alam X, Kepala BKPP DIY Arofa Noor Indriani dan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman,Suyono.

Arofa mengatakan ketahanan pangan dimulai dari sektor kecil individu, keluarga hingga tingkat daerah. Program yang diinisiasi oleh GKR Hemas tersebut pada awal pembentukannya terdapat 5 KWT tiap kabupaten. Melihat keberhasilan tersebut pada 2018 akan ada 20 desa mengikuti pembinaan.

GKH Hemas menuturkan panen perdana sayur dan buah tersebut merupakan langkah kongkret dari upaya untuk membangun ketahanan pangan.

Dia berharap program tersebut dijalankan oleh masyarakat pedesaan sehingga mampu terwujudnya ketahanan pangan di DIY.

Baca Juga :  200 Lebih Lulusan UAD Raih IPK Terbaik

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Suyono, mengatakan keberadaan kelompok tani atau disebut kelompok agribisnis terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga.

KWT juga turut mendukung gerakan Lumbung Mataraman sebagai wujud kedaulatan dan kemandirian pangan. (sol)