GLZoo Ajak Santri Berbuka Bersama

109
GBPH Yudhaningrat dan KTM A Tirtodiprojo di sela-sela acara buka bersama dengan para santri dari panti asuhan, Sabtu (26/05/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Manajemen obyek wisata Gembira Loka Zoo (GLZoo), Sabtu (26/05/2018), mengajak 300 santri dari empat panti asuhan berbuka bersama. Ini merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility), sekaligus memberikan mereka hiburan.

Sebelumnya, anak-anak dari Panti Asuhan Yatiman Aisyah Gulurejo Kulonprogo, Panti Asuhan Nailunnajah Piyungan Prambanan, Panti Asulan Sabilul Huda Pakem Sleman dan Panti Asuhan Al Ma’un Srandakan Bantul itu, memperoleh kesempatan menikmati wahana permainan serta menyaksikan aneka satwa koleksi kebun binatang tersebut.

Mereka juga diajak berkeliling area obyek wisata tersebut menggunakan wahana transport keliling atau taring secara gratis, menyusuri danau buatan Mayang Tirta menggunakan wahana kapal Katamaran, kemudian mengikuti pengajian.

Baca Juga :  Air Limbah Pasar Genangi Jalan

Tampak hadir Ketua Yayasan Gembira Loka Drs H GBPH Yudhaningrat, Direktur Utama (Dirut) GLZoo KMT A Tirtodiprojo, Komisaris Utama GKR Maduretno, Direktur BPH Harimurti maupun jajaran manajer kebun binatang tersebut.

“Melalui kegiatan sosial ini kita memberi kesempatan anak-anak dari panti asuhan untuk berwisata dan pulangnya mendapat kenang-kenangan,” ungkap KMT A Tirtodiprojo.

Anak-anak dari panti asuhan mengikuti pengajian jelang berbuka bersama. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dipilih para santri dari panti asuhan sebab mereka jarang berekreasi. “Saat ini rekreasi sudah jadi kebutuhan. Wisata juga menjadi kebutuhan pokok setiap insan manusia, selain sandang, pangan dan papan,” tambahnya.

Kepada wartawan di sela-sela acara, lebih lanjut KMT A Tirtodiprojo menyampaikan, terkait dengan kejadian erupsi Gunung Merapi, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya, utamanya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu.

Baca Juga :  Para Pegolf Muda Berjaya

“Kami sudah punya pengalaman delapan tahun lalu. Jika ada hujan abu kandang harus disiram. Makanan diberikan dengan cara disuapi, secara langsung dari tangan perawat satwa. Kalau singa pakai stik. Supaya tidak terkena abu. Minuman juga diawasi supaya tidak terkontaminasi abu vulkanik,” kata dia. (sol)