GMCO Siapkan Sepuluh Repertoar

190
Konferensi pers jelang Grand Concert Vol 7: Odyssey, Kamis (26/04/2018), di Ruang Kayana H Boutique Hotel Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.IDGadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO) menyiapkan sepuluh repertoar pada Grand Concert Vol 7: Odyssey menandai sepuluh tahun berdirinya orkestra tersebut, Sabtu (28/04/2018) pukul 19:00, di Auditorium Driyarkara Sanata Dharma Yogyakarta.

“Kami menyiapkan sepuluh lagu, tiga lagu di antaranya dengan vocalist-harpist Angela July,” ungkap Puput Pramuditya, Music Director GC #7, dalam Press Conference Grand Concert Vol 7 Odyssey, Kamis (26/04/2018), di Ruang Kayana H Boutique Hotel Yogyakarta.

Dia diampingi Ketua GMCO Terra Qoriawan, Project Manager GC #7 Ridhan Fadhilah, Concert Master GC #7 Aya Kartowisastro serta Pembina GMCO, Adi Utarini.

Pada konser kali ini, GMCO bekerja sama dengan OSUI  (Orkes Simfoni Univesitas Indonesia) Mahawaditra, Paduan Suara Mahasiswa UGM serta Marching Band UGM.

Menurut Puput, lagu-lagu tersebut sudah pernah dimainkan GMCO dalam sejumlah konser sebelumnya namun diadaptasi serta diaransemen ulang dengan konsep kekinian.

“Kita sortir yang paling fenomenal. Lagu-lagu itu punya nilai sejarah sekaligus menandai sepuluh tahun. Yang jelas inilah lagu-lagu yang menurut kita paling bersejarah dan fenomenal,” ungkapnya.

Selain lagu-lagu lama, pada pada konser kali ini juga ada juga komposisi baru. “Tetap ada lagu Klasik seperti karya Mozart,  sebagai edukasi dan untuk identitas GMCO,” kata dia.

Kenapa konser tidak digelar di Kampus UGM, Ridhan Fadhilah menambahkan, Auditorium Driyarkara Sanata Dharma Yogyakarta memiliki desain arsitektur serta kualitas akustik yang lebih baik.

Adi Utarini menyampaikan, selaku pembina GMCO dirinya merasa bangga karena para musisi orkestra ini justru tidak berasal dari sekolah musik formal. “Saya yakin, musik bisa berdampingan dengan profesi apapun,” kata dia.

Menurut dia, GMCO  merupakan salah satu kebanggaan UMG maupun Yogyakarta sebagai Kota Budaya. ”Memang, bagi Kemenristek Dikti orkestra tidak menjadi ukuran keberhasilan suatu universitas  tetapi sebagian besar universitas di dunia punya orkestra kebanggaan,” ungkapnya. (sol)