Golkar Bantul Siapkan Calon Bupati, Siapa Dia?

531
Ketua DPD Golkar Kabupaten Bantul Paidi SIP melantik PK Partai Golkar se-Kabupaten Bantul di Gedung Gapensi, Minggu (17/09/2017) sore. (sari wijaya/koranbernas.id) 

KORANBERNAS.ID — Tahun 2019 tepatnya pada 17 April akan digelar pemilihan serentak anggota DPRD Bantul, DPRD DIY, DPR RI, pemilihan bupati-wakil bupati dan  pemilihan presiden-wakil presiden serta DPD RI.

Dalam pesta demokrasi tersebut DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul sudah menyiapkan kandidat untuk calon bupati (cabup) ataupun wakil bupati (wabup).

“Sudah ada nama yang akan kita ajukan ketika nanti kita maju mengusung cabup atau cawabup,” kata Paidi SIP, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul kepada koranbernas.id  usai melantik Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kabupaten Bantul di Gedung Gapensi, Minggu (17/09/2017) sore. Hadir dalam kesempatan tersebut anggota FPG DPRD DIY, anggota FPG DPRD Bantul, pengurus DPD Partai Golkar DIY, pengurus DPD Partai Golkar Bantul dan ratusan kader.

Hanya saja ketika didesak siapakah identitas alias nama orang tersebut, Paidi enggan membuka. “Yang pasti orang internal atau kader Partai Golkar Bantul. Bukan orang dari luar,” katanya.

Namun untuk bisa mengusung cabup dan cawabup sendiri, konsekuensinya Partai Golkar harus mampu mengantongi suara minimal 20 persen atau 9 kursi di DPRD Bantul. Jumlah ini  lebih tinggi dari perolehan suara Pileg 2014 di mana Golkar menempatkan 5 orang wakilnya di DPRD Bantul dengan perolehan 44.000 suara. Selain maju sendiri, Partai Golkar  tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan incumbent ataupun orang baru. Semua akan dibahas nantinya.

Baca Juga :  Warga Jogja Antusias Bantu Palestina

“Kita ingin maju dan bisa mengajukan calon sendiri, kita memiliki target bisa meraih tambahan minimal 4 kursi di DPRD Bantul,” katanya.   Upaya meraih target tersebut  adalah melakukan koordinasi dan mensolidkan semua kader termasuk para pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.

“Posisi PK menjadi sangat penting perannya. Begitupun  untuk peran pengurus di tingkat desa tidak kalah penting, semua harus kompak dan bersatu padu,” kata anggota FPG DPRD Bantul tersebut.

Selain itu hal yang tidak kalah penting dilakukan oleh partainya adalah turun ke bawah (turba) guna mengetahui aspirasi dan keinginan rakyat yang diwakilinya untuk kemudian diperjuangkan.

“Kita harus mampu menjadi wakil rakyat dan meraih hatinya. Karena kita memang berjuang untuk mereka,” katanya.

Sekretaris DPD Partai Golkar DIY Drs H Agus Subagyo mengatakan tahapan Pileg  akan dimulai Oktober mendatang dengan verifikasi partai politik (parpol) yang akan maju dalam Pileg 2019. “Untuk jumlah pemilih nantinya akan mengacu dan berbasis e-KTP,” kata Agus Subagyo.

Baca Juga :  DIY Kini Punya Asesor Furniture

Dia berharap, dalam Pileg 2019 mendatang Partai Golkar bisa meningkat jumlah pemilihnya. Jika Pileg 2014 mendapat 5 kursi, tahun 2019 ditargetkan 9 kursi. Tentu agar bisa  tercapai, perlu kerja keras dari semua pihak.

“Kita harus bekerja  bersama-sama, kompak dan menggerakkan semua elemen,” kata  Agus yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bantul sebelum digantikan Paidi SIP tersebut.

Termasuk juga PK  dan juga pengurus desa, lanjut Agus Subagyo, berperan penting mendulang perolehan suara partai berlambang pohon beringin itu.

“Dalam Pileg 2019  kita juga akan bertambah ‘pasukan’ yakni masuknya beberapa ASN yang sudah purnatugas. Mereka sudah komunikasi akan bergabung dengan Golkar,” katanya.

Namun Agus tidak membeberkan siapa identitas ASN tersebut. Sikap yang sama juga diambil oleh Paidi SIP. “Iya nanti pada saatnya akan kita informasikan, termasuk cabup dan cawabup tadi. Sekarang belum. Dan masuknya para pensiunan kami harapkan juga menjadi salah satu faktor bertambahnya suara Partai Golkar di tahun 2019,” katanya. (sol)