Gotong Royong Mulai Luntur

126
Pjs Bupati Sudaryanto memukul kentongan menandai pencanangan BBGRM tahun 2018 di Kabupaten Temanggung. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Penjabat sementara Bupati Temanggung, Sudaryanto, mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 Tingkat Kabupaten Temanggung dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 tahun 2018.

Seremoni acara itu berlangsung di Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat, Selasa (08/05/2018). Pencanangan ditandai permukulan kentongan disaksikan jajaran pejabat dan tamu undangan.

Sudaryanto mengatakan BBGRM bertujuan  untuk meningkatkan semangat gotong-royong masyarakat di pedesaan. “Saat ini semangat gotong-royong sudah mulai luntur,” kata dia.

Melalui BBGRM diharapkan muncul kembali semangat kembali ke nilai-nilai kebersamaan membangun desa tercinta. Semangat gotong-royong dapat menyelesaikan semua permasalahan dengan baik.

Sesuai atensi Presiden Republik Indonesia, kegiatan kegotongroyongan harus dibangkitkan lagi. Sebab, hidup di dunia tidak mungkin tanpa bantuan orang lain.

Baca Juga :  Berkat Pohon Ini Air Sendang Tetap Lestari

“Semangat  gotong royong adalah kearifan lokal yang telah tumbuh dan berkembang  sejak zaman dulu, yang diwujudkan dengan sikap soaial tanpa pamrih dari masing-masing individu untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang memerlukan  bantuan,” jelasnya. Tema BBGRM kali ini Gotong Royong Kembangkan Inovasi di Jawa Tengah.

Sementara itu terkait peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 46, dia mengemukakan keluarga merupakan inti dan basis kehidupan masyarakat.

“Jika keluarga sebagai unit terkecil masyarakat bahagia dan sejahtera maka  masyarakat, bangsa dan negara juga akan sejahtera. PKK berperan penting sebagai motivator dan dinamisator masyarakat agar setiap keluarga menjadi instrumen pembangunan yang andal,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Agus Sarwono, mengatakan  BBGRM dilaksanakan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan kegotong-royongan, terutama di dalam pembangunan desa.

Baca Juga :  Siswa Bawa Materai dari Rumah

“Tanpa kegotong-royongan, desa kita tidak akan bisa maju. Saling bersemangat dalam membangun desa dengan semangat bergotong-royong sangat penting,” tandasnya. (sol)