Gotong Royong, Ubah Desa Miskin Ini Jadi Desa yang Maju

244

KORAN BERNAS.ID–Kepala Desa Wonoboyo Kecamatan Jogonalan Klaten, Supardiyono mengapresiasi semangat gotong royong warganya dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Dia berharap semangat tersebut harus ditingkatkan dan dibina, bukan sebaliknya menjadi luntur.

“Harus ditingkatkan dan dijaga. Jangan sampai luntur,” kata Supardiyono.

Dia mengatakan hal itu karena keikutsertaan warga dalam setiap kegiatan baik pembangunan dan sosial sangat tinggi. Itu terjadi karena tidak terlepas dari keterbukaan yang dilakukan perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Pada tahun 2013, Desa Wonoboyo menerima bantuan dana untuk membangun talud. Karena keterbatasan dana, perangkat desa mengumpulkan warga.

Dalam pertemuan itu, warga semangat untuk mengerjakannya secara bergotong royong. Saat pelaksanaan pekerjaan, sebagian warga lain dengan sukarela memberikan konsumsi. Akhirnya dengan dana itu bisa membangun talud sepanjang 150 meter dengan tinggi 1 meter.

Baca Juga :  Gigitan Tikus Merusak Tanaman Padi

Begitupula pada tahun 2015, saat desa itu menerima bantuan dana Rp 50 juta untuk pengaspalan jalan kampung. Setelah digotong royongkan warga, ternyata jalan yang bisa diaspal sepanjang 350 meter dengan lebar 3,25 meter.

“Pengaspalan jalan itu proyek padat karya yang menghabiskan aspal 17 drum. Ini semua karena gotong royong warga,” terangnya.

Tingginya semangat gotong royong warga Desa Wonoboyo juga diakui Yanto, pelaku usaha di desa itu. Kepada koranbernas.id, dia menuturkan warga dengan mudah diajak bergotongroyong karena perangkat desanya selalu terbuka.

Semangat gotong royong warga yang tinggi telah menjadikan Desa Wonoboyo kini menjadi desa berkembang. Padahal beberapa tahun lalu desa tersebut dikategorikan desa miskin di Kabupaten Klaten.(SM)

Baca Juga :  Warga Berlari Bawa Obor Menyala