Gowes Cocok untuk yang Kurang Gerak

222
Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr R Isnanta MPd melepas peserta Gowes Pesona Nusantara 2017 Etape Menoreh di Alun-alun Wates, Minggu (03/09/2017). Bersama Bupati Hasto Wardoyo, Isnanta juga ikut menggenjot sepeda. (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Dr R Isnanta MPd mengajak seluruh  masyarakat di Indonesia gemar berolahraga, termasuk bersepeda atau gowes. Olahraga gowes sangat cocok untuk mereka yang kurang aktif bergerak.

Berdasarkan penelitian, masyarakat Indonesia kurang bergerak. “Yang paling aktif bergerak itu warga Hongkong tercatat rata-rata 7.000 langkah per hari. Sedangkan Indonesia 3.500 langkah per hari,” ujarnya ketika menghadiri Gowes Pesona Nusantara 2017 Etape Menoreh di Alun-alun Wates Kulonprogo, Minggu (03/09/2017).

Di atas panggung di hadapan ribuan peserta, dia yakin masih ada sebagai warga masyarakat yang memiliki kebiasaan kurang gerak. Contoh  paling sederhana pergi ke pasar naik motor atau beli rokok naik motor, padahal aktivitas tersebut bisa dilakukan dengan jalan kaki atau bersepeda.

Lagi, berdasarkan penelitian, masyarakat yang aktif  bergerak baru 18-19 persen saja. Artinya masih ada 80 sekian persen yang perlu dimotivasi untuk bergerak. Bagaimana pun, kurang gerak dapat mempengaruhi kesehatan. “Target kita adalah membuat masyarakat Indonesia terus bergerak. Ini adalah investasi kesehatan yang bermanfaat untuk menurunkan potensi penyakit menular,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Isnanta menyatakan, dari sisi pariwisata event Gowes Pesona Nusantara 2017 Etape Menoreh sangat tepat, mengingat kabupaten ini sedang gencar-gencarnya mengeksplorasi potensi wisata di Perbukitan Menoreh.

Pemerintah pusat akan memberikan dukungan. Jika bandara sudah beroperasi, Kemenpora siap mendukung dengan cara menumpahruahkan kegiatan dan program-programnya untuk Kabupaten Kulonprogo.

Sementara Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, Kulonprogo dipercaya sebagai salah satu kabupaten yang dilintasi peserta Gowes Pesona Nusantara 2017.

Sebagai seorang dokter, Hasto tahu persis manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh. Apalagi jenis olahraga ini bisa dilakukan oleh masyarakat dari segala lapisan usia mulai dari anak-anak hingga lansia.

Selain itu, juga menjaga lingkungan hidup sehingga bisa mengurangi polusi udara dan bermanfaat  menjalin kebersamaan di antara anggota masyarakat.

Itu sebabnya dia memberikan dukungan penuh digelarnya Gowes Pesona Nusantara 2017 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kita dukung kegiatan-kegiatan olahraga bersepeda, karena bermanfaat tidak hanya bagi kesehatan tetapi juga mencerminkan hidup sederhana, hemat dan terbebas dari polusi,” kata Hasto Wardoyo. (sol)