GPK DIY Deklarasi Pemilu Damai di Tugu Jogja

238
Deklarasi Pemilu Damai 2019 GPK se-DIY, Minggu (30/09/2018) di Tugu Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Terik matahari yang terasa menyengat tidak menyurutkan semangat lebih dari 500-an anggota Gerakan Pemuda Kabah (GPK) se-DIY berkumpul di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Minggu (30/09/2018).

Di tempat bersejarah inilah mereka mendeklarasikan pemilu damai, sekaligus sepakat menjaga Yogyakarta tetap dalam kondisi aman, damai dan nyaman selama pelaksanaan perhelatan politik 2019.

Deklarasi Pemilu Damai 2019 GPK se-DIY kali ini dipimpin langsung Ketua PW GPK DIY Toto Yuwono SE. Persis di bawah bangunan Tugu ikon Yogyakarta itu, M Inung Nurzani S Sos dari GPK Bantul serta Roki Markiano SE dari Kota Yogyakarta, membacakan pernyataan sikap.

Tak ketinggalan, hadir pula Ustad Muhammad Mukmin menyampaikan tausiyahnya dari atas mobil bak terbuka yang terparkir di bawah Tugu menghadap selatan.

Dia menegaskan, GPK senantiasa menginginkan ketenteraman dan kedamaian serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Tidak ada dengki dan permusuhan. Kita sambut Pemilu 2019 dengan damai dan kita tunjukkan GPK mampu bekerja sama dan bersinergi dengan siapa pun,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Laporkan Pemasangan Listrik di Tower Selular

Menurut dia, kampanye Pemilu di wilayah DIY harus bisa berlangsung membahagiakan. Caranya adalah satu sama lain saling berpegang teguh pada tali persatuan.

“Jangan mau dipecah belah orang-orang yang benci persatuan. Ingat, kita ini dipersaudarakan oleh Allah SWT diciptakan dari makhluk yang satu, Nabi Adam. Orang beriman adalah bersaudara. Jika ada perbedaan pendapat,  satukan mereka,” paparnya.

Ketua PW GPK DIY Toto Yuwono SE memimpin langsung deklarasi damai di Tugu Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sekali lagi dia menegaskan, GPK harus mampu mempelopori persatuan supaya negeri ini khususnya Yogyakarta Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Dengan kata lain, suara sepeda motor boleh kencang dan muka boleh terlihat sangar akan tetapi perasaan dan hati harus tetap lembut tidak ada permusuhan.

“Tugu Golong Gilig ini menjadi saksi,  GPK cinta damai dan kemerdekaan. Seandainya ada yang memancing tidak ingin ada kedamaian di Yogyakarta, saya pastikan itu bukan dari GPK. Kami jamin DIY damai,” ujar salah seorang orator.

Adapun isi Deklarasi Pemilu Damai 2019 di antaranya, semua elemen GPK mentaati peraturan, saling menghargai serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Baca Juga :  BPR dan Bank Umum Bersaing Sengit Perebutkan Pasar Mikro

Mereka juga menyuarakan anti-kampanye hitam maupun cara-cara kampanye yang bermuat SARA atau adu domba. Yang pasti, GPK siap menjaga keutuhan NKRI serta mengutamakan kepentingan nasional.

Peserta deklarasi yang terdiri dari berbagai laskar melakukan konvoi damai usai acara di Tugu Yogyakarta.  (sholihul hadi/koranbernas.id)

Untuk menjaga situasi dan dinamika politik di DIY, GPK juga menyerukan segala bentuk kampanye Pemilu 2019 harus dilakukan dengan memperhatikan etika, estetika,  lingkungan, sopan dan tegas.

Sedianya, acara tersebut dihadiri Ustad Iip Wijayanto namun caleg DPR RI dari PPP DIY ini tidak bisa hadir karena ada acara yang lebih penting terkait dengan kondisi negeri yang sedang ada bencana alam.

Sebagai wujud empati kepada para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi, sejenak mereka menundukkan muka dan berdoa serta membaca Surah Al Fatihah.

Selanjutnya, dengan tertib mereka melakukan konvoi dengan sepeda motor sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa GPK Yogyakarta cinta perdamaian. (sol)