Gropyokan Sampah Bisa Bersihkan Lingkungan, Benarkah?

153
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menanam pohon penghijauan disela-sela gropyokan dan sarasehan peduli sampah di Padukuhan Candikarang Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik, Jumat (02/03/2018).(nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Dialog Peduli Sampah yang berlangsung di Padukuhan Candikarang Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik diharapkan mampu menjadi media transfer ilmu bagi seluruh peserta yang hadir, sehingga kedepan permasalahan sampah dapat bersama-sama diatasi, dengan kontribusi seluruh jajaran terkait. “Dialog ini diharapkan dapat menjadi media evaluasi atas berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menanggulangi permasalahan sampah di Sleman, sehingga harapannya upaya yang kita lakukan dapat semakin baik,” kata Drs H Sri Purnomo MSU disela-sela memberi pengarahan kepada peserta sarasehan peduli sampah, Jumat (02/03/2018).

Menurut Sri Purnomo bahwa peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2018 mengusung tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah”. Seperti yang diketahui bersama, sampah telah menjadi permasalahan nasional, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu agar memberikan manfaat secara ekonomi, kesehatan, dan lingkungan serta dapat mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018, Pemerintah Kabupaten Sleman telah dan sedang melakukan kegiatan Peduli Sampah, yang meliputi Gerakan Jumat Bersih rutin setiap hari Jumat pada semua OPD, Desa dan Sekolah mulai tanggal 23 Februari – 20 April 2018.

Gerakan Program Kali Bersih (Prokasih), Car Free Day bebas sampah di seputar Lapangan Denggung, setiap Minggu mulai tanggal 25 Februari 2018 – 15 April 2018. Serta Sosialisasi pengolahan sampah, ruang terbuka hijau dan saka kalpataru.

Baca Juga :  Infeksi Masih Jadi Masalah Serius

Sri Purnomo juga berharap berbagai kegiatan yang muaranya untuk pengolahan sampah dan memberikan feedback positif terhadap perubahan perilaku masyarakat terkait pengolahan sampah dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan dikembangkan.

Hal tersebut lanjut Sri Purnomo juga merupakan wujud tanggungjawab kita bersama atas penghargaan Adipura yang telah kita raih, untuk terus menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman.
Disampaikan pula bahwa di Kabupaten Sleman sendiri penurunan kualitas lingkungan hidup masih menjadi isu strategis dan tetap menjadi prioritas pada tahun 2018.

Rendahnya kualitas lingkungan hidup tersebut terlihat dari masih rendahnya indeks kualitas lingkungan hidup, yaitu dibawah 40%. Untuk itu perlu diupayakan peningkatan daya dukung lingkungan yang lebih memadai dengan upaya meningkatkan pengelolaan sampah 3R, mempertahankan luasan RTH di wilayah perkotaan, dan mengendalikan pencemaran lingkungan.

Timbunan, jumlah dan volume sampah berbanding lurus dengan tingkat konsumsi terhadap produk yang digunakan sehari-hari. Demikian juga jenis sampah sangat tergantung dari jenis material yang dikonsumsi. Oleh karena itu pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari gaya hidup masyarakat. Begitu kompleksnya masalah pengelolaan sampah, sehingga perlu kesadaran semua pihak dalam melihat permasalahan sampah.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Sleman saat ini telah terbentuk 275 bank sampah dan 31 kelompok pengelola sampah mandiri (melakukan 3R) yang merupakan kegiatan masyarakat. Jumlah tersebut terus diupayakan meningkat sebagai upaya mengurangi timbunan sampah dari sumbernya. Dalam pelaksanaan pelayanan publik dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Sleman telah membangun 28 transfer depo dan telah merencanakan setiap desa memiliki transfer depo di wilayah.

Baca Juga :  NU Gunungkidul Kutuk Aksi Teror Bom

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Purwanto MSi melaporkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan kebijakan dan program pengelolaan sampah kepad masyarakat dalam mewujutkan Sleman bersih, indah dan hijau, juga untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan budaya bersih masyarakat.

Pada kesempataan tersebut juga dilakukan penanaman pohon penghijauan oleh Bupati Sleman dan Kepala P3EJ. Sedang peserta sarasehan dan gropyok sampah tersebut antara lain Forum Komunitas peduli lingkungan, Forum Komunitas Sungai, Saka Pramuka Gerakan Pramuka Kwarcab Sleman, dan kelompok pengelola sampah mandiri dan masyarakat sekitar yang jumlahnya sekitar 400 an orang.

Kegiatan gropyok sampah tersebut pada intinya memindahkan sampah yang ada di tempat pembuangan sampah liar di Candikarang untuk dipindahkan ke TPA Piyungan yang diperkirakan mencapai 10 ret/truk. Setelah tempat tersebut bersih dari sampah akan digunakan sebagai lahan penghijauan dan perikanan. (yve)