Gunung Kunir, Spot Terbaik Berburu Sunrise

358
Sunrise di puncak Gunung Kunir. (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo)

KORANBERNAS.ID — Jangan mengaku sebagai “pecinta wisata adrenalin” dan “pemburu sunrise” jika belum pernah mengunjungi Gunung Kunir di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Berkunjung ke Gunung Kunir, Anda akan mendapat keduanya: wisata adrenalin sekaligus spot terbaik untuk berburu sunrise.

Gunung Kunir yang berada pada ketinggian 980 meter di atas permukaan laut ini, merupakan salah satu puncak pegunungan Menoreh. Letaknya berada di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Untuk menuju ke Gunung Kunir, bisa ditempuh melalui dua jalur. Jika lewat Jogja, maka jalur terpendek adalah melalui Kecamatan Samigaluh, dilanjutkan ke Kecamatan Loano, Purworejo. Setelah mencapai Kecamatan Loano, kemudian menyusuri Desa Sedayu, Desa Banyuasin, Desa Kalitapas, Desa Jokokasian dan kemudian sampai ke Desa Benowo, tempat Gunung Kunir berada. Jika melalui jalur Purworejo, langsung saja mengarah ke Desa Banyuasin, dilanjutkan ke Desa Kalitapas, Desa Jokokasian dan kemudian sampai ke Desa Benowo.

Namun jangan pernah membayangkan jalan mulus menuju Gunung Kunir. Butuh perjuangan dan semangat ekstra untuk bisa mencapai lokasi puncak Gunung Kunir. Sejak memasuki Kecamatan Samigaluh (jika melalui jalur Jogja), Anda sudah akan disuguhi jalur tikungan dan tanjakan tajam. Tidak ada pilihan lain karena lokasi yang akan dituju adalah kawasan bukit Menoreh sehingga tikungan dan tanjakan tajam tak bisa dielakkan. Di beberapa tempat, Anda bahkan harus ekstra hati-hati karena ada jalan yang rusak.

Demikian juga jika Anda melewati jalur Purworejo. Sejak memasuki Desa Banyuasin, medan berat sudah menghadang. Tikungan dan tanjakan tajam serta aspal jalan yang sudah terkelupas di sana-sini.

Jalur dari Jogja maupun jalur dari Purworejo, nantinya akan bertemu di pertigaan di Desa Kalitapas. Babak baru “uji nyali” segera dimulai. Calon pengunjung Gunung Kunir tidak lagi disuguhi jalan aspal, melainkan jalur cor semen. Tikungan, tanjakan dan turunan tajam makin sering dilalui. Belum lagi jalur yang licin di beberapa tempat oleh lumut di jalur semen akibat kelembaban udara dan curah hujan yang cukup tinggi. Jalur ini benar-benar memacu adrenalin.

Sulitnya medan menuju lokasi wisata puncak Gunung Kunir mewajibkan Anda untuk melakukan persiapan matang sejak awal, mulai dari pilihan kendaraan hingga memperhitungkan waktu tempuh. Sangat disarankan untuk menggunakan mobil dengan kualifikasi empat penggerak roda (dobel gardan). Atau, jika menggunakan motor, harus dipastikan kondisinya layak untuk melahap medan yang penuh tanjakan, turunan dan tikungan tajam. Jika menggunakan motor jenis matic, pastikan rem-nya dalam kondisi prima. Jika tidak, hanya akan membayakan pengendaranya.

Negeri di Awan

Memang tidak mudah untuk mencapai puncak Gunung Kunir. Butuh kendaraan prima serta mental baja untuk melahap jalur-jalurnya yang berat. Namun, segala jerih payah dan perjuangan berat itu akan terbayar lunas jika Anda berhasil mencapai puncak Gunung Kunir.

Begitu tiba di puncak Gunung Kunir, Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Jika cuaca sedang cerah, Anda akan bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan bahkan pegunungan Dieng di kawasan Wonosobo. Udara yang sejuk dengan pemandangan indah yang luas membentang, seperti sebuah surga tersembunyi. Berada di puncak Gunung Kunir, akan serasa sedang menikmati negeri di awan.

Puncak Gunung Kunir sebenarnya ada dua. Pertama puncak berupa tanah lapang yang cukup luas untuk mendirikan sejumlah tenda. Kemudian, puncak yang lebih sempit dengan “gardu pandang” yang sangat menawan, tak jauh dari lokasi tanah lapang.

Dari puncak Gunung Kunir ini pula, Anda akan mendapatkan suguhan sunrise yang luar biasa indah. Puncak Gunung Kunir memang spot terbaik berburu sunrise di Purworejo.

Jika keindahan sunrise yang menjadi target “buruan” Anda, maka disarankan untuk berhitung dengan waktu. Artinya, usahakan sampai di puncak Gunung Kunir pada dini hari, sebelum fajar menyingsing. Pilihan lainnya adalah, berkemah dulu di puncak Gunung Kunir sehingga pada pagi harinya bisa berburu sunrise sepuasnya.

Selain puncak Gunung Kunir, Anda masih bisa menikmati destinasi lain yang masih dalam kawasan Desa Benowo yakni Curug Benowo, Curug Batur, Curug Padusan serta Petilasan Pangeran Benowo. Memang, untuk menuju ketiga lokasi tersebut, masih butuh perjuangan berat yang memompa adrenalin.

Curug Benowo terletak di belakang rumah warga. Lokasinya tertata cukup rapi. Ada taman dan gazebo serta kamar ganti dan kamar kecil untuk penungjung. Ketinggian Curug (air terjun) Benowo sekitar 15 meter yang debit airnya sangat dipengaruhi oleh musim. Maka, waktu paling tepat untuk berkunjung ke Curug Benowo adalah pada musim penghujan.

Petilasan Pangeran Benowo berada di salah satu puncak bukit Batur. Masyarakat percaya, di bukit inilah Pangeran Benowo (putra Sultan Hadiwijaya, raja pertama Kerajaan Pajang) pernah bertapa. Di petilasan ini terdapat makam yang dipercaya sebagai makam pembantu (batur) Pangeran Benowo. Tak jauh dari Petilasan Pangeran Benowo, ada Curug Batur yang cukup indah.

Lalu, Anda juga bisa menikmati Curuh Padusan, masih di kawasan Desa Benowo. Salah satu keunggulan Curug Padusan ini adalah ada “kolam besar” di dasar air terjun. Di kolam inilah pengunjung bisa sepuasnya mandi atau bermain air. Tentu saja, harus berani menahan dinginnya air kolam dari Curug Padusan ini.

Selain pemandangan alam yang luar biasa, Desa Benowo juga memiliki makanan dan minuman yang unik. Namanya Baceng dan Bajingan. Baceng adalah Badek (air nira) yang direbus bersama cengkih. Benowo memang desa penghasil cengkih terbesar di Purworejo. Rasanya tentu saja nikmat dan menghangatkan badan. Kemudian, ada Bajingan, berupa singkong yang direbus bersama gula aren. Baceng dan Bajingan biasanya disuguhkan bersamaan.

Maka, jika Anda penggila “wisata adrenalin” dan “pemburu sunrise”, Desa Benowo menjadi salah satu pilihan tepat untuk dikunjungi.(iry)